Laba CIMB Niaga (BNGA) Turun 9% Jadi Rp 3,45 Triliun, Kredit Tetap Tumbuh 15,41%

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:06:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Koreksi laba CIMB Niaga terjadi meski bank masih mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dari layanan jasa. Pendapatan komisi, provisi, dan administrasi naik 5,95% secara tahunan menjadi Rp 1,65 triliun, namun tidak cukup untuk mengimbangi tekanan dari sisi beban operasional.

Beban pencadangan kerugian kredit (impairment) melonjak signifikan sebesar 86,06% menjadi Rp 1,05 triliun. Alhasil, laba operasional bank ikut terkoreksi 8,53% menjadi Rp 4,35 triliun.

Kredit Tumbuh Dua Digit, Dana Mahal Ditekan

Di tengah tekanan laba, mesin intermediasi CIMB Niaga justru menunjukkan akselerasi. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 230,65 triliun, tumbuh 7,79% secara tahunan.

Penopang utama pertumbuhan ini adalah segmen kredit konvensional yang naik 15,41% menjadi Rp 179,18 triliun. Sebaliknya, pembiayaan syariah melalui unit usaha syariah (UUS) terkoreksi 12,36% menjadi Rp 51,47 triliun.

Dari sisi pendanaan, bank mengandalkan dana murah untuk menjaga biaya bunga tetap rendah. Giro tumbuh 10,25% menjadi Rp 100,67 triliun dan tabungan naik 3,82% menjadi Rp 88,73 triliun. Sementara itu, deposito berbiaya mahal justru ditekan turun 12,52% menjadi Rp 69,17 triliun.

Strategi ini membuat total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh tipis 1,06% menjadi Rp 258,58 triliun. Rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) bank berada di level 89,2%, lebih ketat dibanding posisi 83,64% pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Bunga Masih Tertekan

Kinerja bottom line yang menurun juga dipengaruhi pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang flat. NII CIMB Niaga tercatat Rp 6,93 triliun, turun tipis 0,06% secara tahunan.

Penurunan ini terjadi karena pendapatan bunga bank terkoreksi 4,83% menjadi Rp 12,67 triliun. Meski beban bunga juga turun lebih dalam 10,03% menjadi Rp 5,73 triliun, selisihnya belum mampu mendorong pertumbuhan pendapatan utama perbankan tersebut.

Secara keseluruhan, total aset CIMB Niaga mencapai Rp 365,14 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 7,04% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan struktur pendanaan yang semakin efisien dan ekspansi kredit yang tetap agresif, pasar akan mencermati kemampuan bank dalam menjaga kualitas aset sepanjang sisa tahun ini, terutama di tengah tren beban pencadangan yang meningkat.

Terkini