EDUKASIEKONOMI.COM — Kebijakan ini langsung membuka peluang bagi pemain Belanda yang berkarier di kompetisi non-Eropa. Tijjani Reijnders menjadi sorotan utama setelah hengkang dari Manchester City ke Al Qadsiah pada 19 Agustus 2026.
Era Ronald Koeman dinilai kurang memberi ruang bagi pemain di luar Eropa. Xavi hadir dengan pendekatan berbeda: lebih fleksibel dan berani.
Alasan Xavi Ubah Pendekatan
Xavi mengaku aktif memantau perkembangan Liga Arab Saudi. Ia menilai kompetisi tersebut punya kualitas yang layak diperhitungkan.
"Ya, sedikit. Liga yang bagus, bukan?" ujarnya seperti dilansir Goal, Kamis (20/8).
"Kami juga sudah mengikuti liga tersebut, ini juga liga yang bagus dan mungkin kami memilih beberapa pemain dari Arab Saudi, dari Premier League, dari La Liga. Saya tidak peduli dengan liganya, saya peduli dengan performa dan para pemain. Ini yang paling penting," tegas pelatih asal Spanyol itu.
Reijnders dan Depay Dapat Angin Segar
Kepindahan Reijnders ke Al Qadsiah menjadi ujian nyata bagi kebijakan Xavi. Gelandang berusia 28 tahun itu sebelumnya memperkuat AC Milan dan Manchester City. Jika konsisten, ia tetap punya tempat di skuad inti Oranje.
Memphis Depay juga kembali mencuat. Penyerang yang kini membela Corinthians di Brasil itu merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Belanda. Dengan prinsip baru Xavi, lokasi klub tak lagi menjadi penghalang bagi pemain sekaliber Depay.
Crysencio Summerville dan Steven Bergwijn turut disebut berpeluang dilirik. Kebijakan ini membuka babak baru bagi Timnas Belanda yang kini fokus pada kualitas individu, bukan reputasi liga.