Prabowo Dijadwalkan Tampil Bersama Putin di Forum EEF Rusia

Rabu, 02 September 2026 | 18:36:31 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak menuju Vladivostok, Rusia [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Negara Prabowo Subianto diagendakan mengikuti rangkaian Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang bertempat di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Merujuk pada siaran pers resmi Kremlin, Prabowo bakal mengisi sesi pleno utama forum tersebut berdampingan dengan deretan pemimpin negara dan pejabat tinggi dari kawasan Asia.

Gelaran EEF tahun ini mengusung tema “Far East: Development for the Benefit of the People” atau pengembangan kawasan Timur Jauh demi kemakmuran masyarakat.

Presiden Rusia Vladimir Putin pun dijadwalkan melakukan agenda kunjungan kerja ke Distrik Federal Timur Jauh pada 2-3 September 2026 demi menghadiri forum ekonomi tersebut.

Pada 2 September, Putin diagendakan memimpin rapat mengenai pembangunan Distrik Federal Timur Jauh, menyaksikan pemaparan interaktif terkait hasil pergerakan kawasan, serta menyimak seremoni peresmian beberapa unit usaha baru melalui sambungan konferensi video.

Memasuki 3 September, Putin akan menghadiri sesi pleno yang menjadi agenda inti EEF. Dalam forum tersebut, Putin bakal tampil bersama Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang.

Selain mengisi sesi pleno, Putin turut dijadwalkan melangsungkan deretan pertemuan bilateral dengan para pimpinan delegasi asing yang bertandang dalam forum tersebut.

Bagi pihak Indonesia, keikutsertaan Prabowo pada forum EEF menjadi momentum berharga guna memantapkan hubungan bilateral bersama Rusia, utamanya di ranah ekonomi, niaga, investasi, energi, hingga sektor industri.

Berpeluang Bilateral dengan Putin

Kehadiran Prabowo di Vladivostok sekaligus memberi ruang terbukanya tatap muka secara langsung dengan Putin di sela-sela kesibukan agenda EEF. Meski demikian, berpatokan pada perincian agenda yang sudah dirilis, pertemuan bilateral khusus antara Prabowo dan Putin belum terkonfirmasi secara resmi.

Apabila agenda bilateral tersebut terlaksana, momen itu akan meneruskan jalinan komunikasi tatap muka kedua pimpinan negara dalam beberapa tahun terakhir.

Prabowo dan Putin sebelumnya tercatat telah beberapa kali bertemu. Pertemuan perdana berlangsung di Moskow pada Juli 2024, tatkala Prabowo masih mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Indonesia.

Usai Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden, keduanya kembali bertatap muka pada sesi pertemuan bilateral di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Juni 2025.

Pertemuan berikutnya bergulir di Istana Kremlin, Moskow, pada Desember 2025.

Lalu pada 13 April 2026, Prabowo kembali melangsungkan kunjungan kerja ke Kremlin dan menghelat pertemuan terbatas dengan Putin. Dalam pembicaraan tersebut, kedua negara membahas kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) serta sektor industri.

Rangkaian acara di Vladivostok pada 3 September 2026 berpotensi menjadi kontak langsung berikutnya antara Prabowo dan Putin. Salah satu agenda yang masuk dalam daftar kegiatan adalah business breakfast di sela-sela penyelenggaraan EEF.

Dorong Kerja Sama Ekonomi

EEF merupakan salah satu forum ekonomi utama Rusia yang mempertemukan pihak pemerintah, dunia usaha, investor, serta utusan dari pelbagai negara untuk membicarakan pembangunan wilayah Timur Jauh dan kemitraan ekonomi.

Kehadiran Prabowo di gelaran tersebut sanggup menjadi ajang bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kerja sama ekonomi dengan Rusia maupun negara-negara peserta lainnya.

Jalinan ekonomi Indonesia-Rusia menjadi salah satu aspek yang berpeluang memperoleh porsi perhatian besar dalam lawatan tersebut. Forum di Vladivostok ini pun dapat dimanfaatkan guna menggaet peluang niaga dan investasi serta mengokohkan kemitraan di pelbagai sektor strategis.

Melalui hadirnya Prabowo pada sesi pleno utama bersama Putin beserta jajaran pimpinan dan pejabat tinggi negara lain, Indonesia memperoleh panggung untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan terkait pembangunan ekonomi dan kerja sama kawasan di depan mata dunia internasional.

Terkini