IHSG Menguat ke 6.599 Ditopang Saham Big Caps, Cek Laju Hari Ini

Rabu, 02 September 2026 | 22:38:32 WIB
Pengunjung melihat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri sesi dengan penguatan pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Peningkatan indeks disokong oleh performa positif sejumlah saham big caps seperti BBCA, BBRI hingga BREN yang ditutup menguat.

Mengutip data IDX Mobile, IHSG terangkat 1,14% atau 74,46 poin menuju 6.599,94. Sepanjang jam perdagangan, indeks terus bertahan pada zona hijau, merentang dari posisi 6.535 hingga 6.608. Sebanyak 420 saham berakhir di zona hijau, 233 saham terkoreksi, dan 310 saham tak bergerak. 

Pada hari ini pasar membukukan volume perdagangan mencapai 50,06 miliar dengan estimasi nilai transaksi Rp20,07 triliun. Nilai kapitalisasi pasar pun naik ke level Rp11.531 triliun.

Deretan saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang indeks hari ini mencakup BBCA yang menguat 1,93% ke Rp6.600, BBRI terangkat 4% menuju Rp3.380, BREN melesat 3,01% ke Rp3.420, BMRI bertambah 2,13% ke Rp4.320, AMMN naik 0,69% menuju Rp4.360, serta TLKM yang menguat 0,38% ke level Rp2.610.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyampaikan bahwa probabilitas IHSG untuk membukukan performa positif sepanjang September ini relatif lebih menjanjikan apabila dibanding catatan rata-rata historisnya. Berpatokan pada rekam jejak historis, peluang IHSG guna mengakhiri bulan September pada zona hijau biasanya hanya berkisar 33%.

“Menurut perhitungan kami, batas bawahnya di sekitar 6.300 dan batas atasnya sekitar 6.650. Peluang IHSG ditutup hijau bulan ini sebesar 40%-45%,” kata Liza, Selasa (1/9/2026).

Liza menerangkan bahwa September secara historis kerap menjadi salah satu kurun waktu yang cenderung memberi tekanan atas pergerakan IHSG. Sepanjang rentang 10 tahun pamungkas, rata-rata return IHSG pada September tercatat minus 0,94%. 

Meski begitu, pelemahan pada September kerap menjadi momen akumulasi yang tepat sebelum pasar memasuki fase penguatan di triwulan IV.

Mengacu pada rekam historis 10 tahun terakhir, potensi IHSG membukukan return positif masing-masing menyentuh 78% pada Oktober, 44% di bulan November, serta 78% pada Desember.

Liza menilai ada serangkaian faktor global dan domestik yang patut dicermati investor sepanjang September. Dari sisi global, sorotan utama tertuju pada arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Jepang yang berpotensi memengaruhi ketersediaan likuiditas pasar. Salah satu risiko bersumber dari pergeseran ekspektasi terhadap kebijakan The Federal Reserve.

Sesuai estimasi Kiwoom, probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September telah merangkak ke angka sekitar 34%, sementara kans kenaikan pada Desember mencapai 74%. 

Kondisi ini berbanding terbalik dengan proyeksi awal tahun saat pelaku pasar cenderung memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpeluang mengerek yield obligasi sekaligus memberi tekanan bagi aset bersiko, tak terkecuali instrumen saham.

Di samping The Fed, investor turut mencermati penetapan suku bunga acuan European Central Bank (ECB) pada 10 September, Bank of England (BoE) pada 17 September, Bank of Japan (BoJ) pada 17-18 September, serta keputusan Bank Indonesia (BI) pada 22-23 September 2026. Mengenai BI, Liza menilai ruang pemotongan suku bunga masih terbuka lebar apabila stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga.

“Kalau rupiah sudah dirasa cukup stabil, mungkin suku bunga BI bisa dipotong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Di dalam negeri, sentimen pendukung lainnya bersumber dari kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia. Produk domestik bruto (PDB) triwulan II/2026 bertumbuh 5,29% secara tahunan, sehingga ekspansi ekonomi sepanjang semester I/2026 menyentuh kisaran 5,4%. Meski demikian, tekanan masih terlihat dari sektor konsumsi dan perdagangan. 

Penjualan eceran bulan Juni tercatat menyusut sekitar 3%, sedangkan neraca perdagangan Indonesia mencatatkan defisit selama dua bulan berturut-turut.

Selain faktor makroskopis, para pelaku pasar mesti mencermati sejumlah adjustment struktural pada bursa saham Indonesia. Di antaranya agenda uji coba penyesuaian harga saham paling rendah menjadi Rp1 pada 7 September 2026 yang diiringi pembaharuan aturan auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB).

Menurut pertimbangan Liza, penyesuaian tersebut berpotensi memacu volatilitas, utamanya pada saham-saham berharga rendah atau saham gocap. Pasar pun bakal menghadapi penyesuaian rebalancing indeks FTSE Russell pada 21 September 2026. Perubahan itu diproyeksikan dapat memicu aksi jual pada sejumlah emiten Indonesia, utamanya dari dana indeks pasif yang menjadikan FTSE Russell sebagai acuan.

09:16 WIB IHSG Dibuka Menguat

Berdasarkan pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat 0,19% atau 12,36 poin ke angka 6.612,30 hingga pukul 09.01 WIB. Pada awal sesi perdagangan hari ini, indeks bergerak dari rentang terendah 6.608 dan sempat menyentuh level 6.629,54. 

Terdata, sebanyak 244 saham menguat, lalu 169 saham melemah, dan 259 saham tak bergeser. Sementara nilai kapitalisasi pasar berada di level Rp11.576,42 triliun.

12:56 WIB IHSG Melemah pada Akhir Sesi I

IHSG terkoreksi 18,49 poin atau 0,28% menuju level 6.581,45 pada penutupan sesi I. IHSG sebelumnya sempat mengawali perdagangan lebih tinggi di level 6.625,39 serta sempat berada pada posisi puncak 6.629,54. 

Volume transaksi di sesi I terkumpul 32,03 miliar saham bernilai Rp9,901 triliun dengan frekuensi perdagangan 1,513 juta kali. Sebanyak 343 saham merosot, 276 saham melesat, dan 344 saham stagnan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat Rp11.504 triliun pada penutupan sesi pertama.

14:21 WIB Awal Sesi II, IHSG Masih Melemah

Memasuki awal Sesi II, IHSG tergerus 0,31% atau 20,01 poin menuju level 6.581,72.

Terkini

Indonesia Dorong G20 Pangkas Hambatan Usaha

Rabu, 02 September 2026 | 00:15:31 WIB

Kinerja SIG (SMGR) Makin Solid Berkat Merger 7 Anak Usaha

Rabu, 02 September 2026 | 00:07:02 WIB

Ramalan Zodiak Minggu Ini, 31 Agustus–6 September 2026

Kamis, 03 September 2026 | 00:06:00 WIB