RI-Malaysia Bahas Hambatan Akses Produk Pertanian

Kamis, 03 September 2026 | 23:26:01 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso. (Foto: NET)

JAKARTA — Pemerintah Indonesia bersama Malaysia membahas sejumlah persoalan terkait akses pasar serta fasilitasi perdagangan, khususnya produk pangan dan pertanian, lewat Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada hari Kamis.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menyampaikan bahwa kedua negara memiliki komitmen kuat untuk mencari solusi atas berbagai hambatan yang selama ini memengaruhi perdagangan bilateral.

"Diskusi kami mengenai akses pasar dan fasilitasi perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan, dengan tujuan untuk mengatasi isu-isu yang belum terselesaikan dan memfasilitasi perdagangan bilateral," ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pembahasan akses pasar tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Indonesia dan Malaysia untuk memperkokoh hubungan dagang, sekaligus menjamin agar kerja sama bilateral mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kedua belah pihak.

Di samping menyoroti produk pangan dan pertanian, forum tersebut turut melahirkan komitmen guna memperkuat kerja sama di sektor investasi dan perdagangan melalui berbagai instrumen bilateral yang relevan, serta mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Pada sektor perdagangan, Indonesia dan Malaysia juga sepakat melanjutkan kolaborasi pada bidang-bidang strategis lainnya yang menjadi kepentingan bersama, meliputi standardisasi, isu halal, sektor pertanian, hingga perdagangan elektronik atau e-commerce.

Budi menaruh optimisme bahwa rangkaian hasil dari pertemuan JTIC ke-4 ini bakal mampu mendongkrak hubungan perdagangan serta investasi bilateral, di samping mempererat kerja sama ekonomi di antara kedua negara.

"Kami yakin bahwa hasil-hasil ini akan semakin memajukan hubungan perdagangan dan investasi bilateral kita serta memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara," kata Budi.

Terkini