Negosiasi Lanjut, PMUI Perpanjang Perjanjian Divestasi GRPM

Kamis, 03 September 2026 | 01:12:02 WIB
PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) memperpanjang tenggat masa berlaku term sheet mengenai rencana divestasi porsi porsi mayoritas saham PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) kepada calon pengendali baru sampai akhir 2026.

Direktur PMUI Ari Purwandini mengutarakan bahwa langkah perpanjangan waktu ini diambil lantaran proses diskusi dan tahap negosiasi atas rencana transaksi transaksi tersebut masih bergulir.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi GRPM, calon investor pengendali baru, PMUI, bersama Agus Susanto selaku penjual telah menyepakati perpanjangan masa berlaku term sheet sampai 31 Desember 2026.

“Perpanjangan jangka waktu Term Sheet tersebut dilakukan karena proses pembahasan dan negosiasi terkait rencana transaksi sebagaimana dimaksud dalam Term Sheet masih berlangsung,” mengutip keterbukaan informasi, Kamis (3/9/2026).

Langkah perpanjangan itu sekaligus memberikan tenggat waktu tambahan untuk seluruh pihak guna melanjutkan proses diskusi serta negosiasi seputar rencana akuisisi saham GRPM.

Sebelumnya, pada 12 Februari 2026, PMUI telah menandatangani kesepakatan awal non-binding (term sheet) terkait rencana pengambilalihan kepemilikan saham GRPM oleh PT Tunas Binatama Lestari, yang merupakan bagian dari kelompok bisnis Rimau Group. Dalam skema transaksi yang dirancang, PMUI bakal memindahtangankan 70,67% porsi saham GRPM kepada calon pemegang kendali baru tersebut.

Rencana pelepasan saham GRPM ini merupakan salah satu bagian dari strategi diversifikasi unit bisnis PMUI. Perseroan saat ini tengah mendalami pengembangan lini bisnis perhotelan melalui pembentukan entitas anak usaha baru.

Direktur Utama PMUI Agus Susanto sebelumnya sempat menyampaikan bahwa kontribusi unit usaha GRPM terhadap performa keuangan perseroan saat ini tergolong tidak signifikan. Oleh karena itu, langkah pelepasan saham diproyeksikan tak memberi dampak besar bagi operasional maupun kinerja keuangan PMUI.

“Kontribusi GRPM tidak terlalu signifikan, jadi saya rasa tidak berpengaruh apa pun,” ujarnya dalam acara Paparan Publik, Senin (11/5/2026).

Menurut penjelasan Agus, diversifikasi ini ditempuh guna memperkokoh kinerja PMUI di tengah persaingan industri distribusi yang dinamis. Di sisi lain, perseroan akan terus mempertahankan fokus pada lini bisnis distribusi telekomunikasi yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan.

PMUI sendiri dikenal bertindak selaku distributor untuk produk-produk dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) atau XLSmart, yakni korporasi hasil penggabungan usaha (merger) antara XL Axiata dan Smartfren.

Terkini