Sempat Ditunda, Layanan ASDP Ketapang-Gilimanuk Kembali Normal

Senin, 07 September 2026 | 03:39:02 WIB
Sebuah mobil masuk ke dalam kapal penyeberangan feri milik PT ASDP [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengonfirmasi bahwa aktivitas layanan penyeberangan rute Ketapang–Gilimanuk kini telah beroperasi normal kembali usai sempat menghadapi penundaan sementara pada hari Minggu antara pukul 16.15 hingga 17.34 WITA.

"Penundaan tersebut berlangsung di tengah penyampaian aspirasi dari asosiasi sopir terkait kepadatan antrean kendaraan logistik dan pola operasional kapal yang terjadi dalam sekitar dua minggu terakhir," kata Heru terkonfirmasi di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Heru menuturkan bahwa pihak ASDP bersama unsur asosiasi sopir, instansi regulator, kepolisian, serta para pemangku kepentingan terkait langsung bergerak cepat menggelar koordinasi intensif guna menyepakati sejumlah komitmen bersama demi merawat kelancaran layanan publik.

"Sekitar pukul 17.30 WITA (Minggu 6/9), kondisi di lapangan kembali kondusif dan layanan berjalan normal," ujarnya.

Manajemen ASDP menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas segala ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pengguna jasa akibat kendala antrean serta lamanya durasi waktu tunggu yang berlangsung dalam beberapa hari ke belakang.

Situasi tersebut praktis menjadi sorotan utama bagi pihak ASDP, utamanya lantaran memberikan imbas langsung terhadap kenyamanan masyarakat serta para pelaku angkutan logistik yang sangat bergantung pada kepastian jadwal perjalanan.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Karena itu, fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia, termasuk mengerahkan kapal-kapal berukuran besar," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh langkah penanganan tersebut senantiasa dijalankan melalui koordinasi erat bersama unsur regulator dan pemangku kepentingan dengan tetap memegang teguh standar keselamatan serta kesiapan operasional di lapangan.

Sebagai bagian dari strategi taktis guna mempercepat proses penguraian kepadatan antrean, armada KMP Jatra I telah diberangkatkan menuju kawasan Tanjung Wangi dan dijadwalkan merapat pada Selasa (8/9) untuk langsung memperkuat rute penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menyesuaikan kesiapan operasional.

Sementara itu, kapal feri KMP Portlink 0 turut dikerahkan menuju Tanjung Wangi dalam rangka memperkuat kapasitas lintasan Tanjung Wangi–Lembar yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Gili Mas.

Langkah taktis ini menjadi pilar optimalisasi jaringan penyeberangan guna mendongkrak kapasitas angkut sekaligus meredam tekanan volume kendaraan di jalur Ketapang–Gilimanuk.

Sambil menanti kedatangan armada tambahan tersebut, utilisasi kapasitas kapal yang ada saat ini terus dioptimalkan secara maksimal. Penataan pola pelayaran pun diatur secara kolaboratif bersama pihak regulator serta seluruh stakeholder sesuai batas kewenangan masing-masing.

Di tengah situasi sekarang ini, pola operasional kapal dapat digenjot hingga mencapai batas maksimal delapan kali perjalanan (trip) dengan senantiasa mematuhi koridor pengaturan serta regulasi yang berlaku.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengutarakan bahwa pengaturan teknis operasional di lapangan diterapkan secara dinamis mengikuti fluktuasi antrean serta pergerakan kendaraan.

"Tim di lapangan terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapasitas kapal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pengaturan kendaraan dan pemuatan berjalan tertib, sehingga antrean dapat lebih cepat terurai,” ujar Media.

Ia menambahkan, poin-poin komitmen bersama yang telah disepakati hari ini memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas operasional ke depan, termasuk memastikan para pengguna jasa bersedia mematuhi aturan serta arahan petugas di pelabuhan.

Pihak ASDP berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan situasi layanan serta mengambil langkah penyesuaian operasional yang diperlukan. Setiap kapasitas armada yang tersedia bakal dimanfaatkan secara habis-habisan demi mempercepat pencairan antrean, dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Di sisi lain, ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar senantiasa bahu-membahu menjaga ketertiban serta patuh terhadap instruksi petugas selama proses penguraian kemacetan antrean berlangsung.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:49:02 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:01 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:31 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:02 WIB