BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Padang, 16 Kota Besar Berawan

Kamis, 17 September 2026 | 07:11:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang di Padang. Sementara 16 kota besar lain diprakirakan hanya berawan, dan sembilan kota berpotensi hujan ringan. Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul terbentuknya daerah konvergensi di sejumlah perairan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia. Prakirawan BMKG Diah Ayu menerangkan daerah konvergensi terbentuk di Laut Jawa, Laut Flores bagian barat, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Timur, Laut Arafuru, Laut Maluku, dan Laut Halmahera.

Kondisi itu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewati konvergensi atau konfluensi. Dari pemantauan tersebut, BMKG memetakan tiga kelompok kondisi cuaca yang berbeda di kota-kota besar.

Padang Satu-satunya Kota dengan Potensi Hujan Lebat

Padang menjadi satu-satunya kota besar yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Tidak ada kota besar lain yang masuk kategori ini pada periode prakiraan tersebut.

Warga Padang dan sekitarnya diminta mewaspadai potensi genangan serta gangguan aktivitas luar ruang. Kecepatan angin yang meningkat bisa memperburuk kondisi di wilayah pesisir.

Sembilan Kota Diprakirakan Hujan Ringan

Sejumlah kota besar lain hanya akan mengalami hujan ringan. Wilayah tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palangka Raya, Tanjung Selor, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.

Intensitas ringan umumnya tidak mengganggu mobilitas harian. Meski demikian, masyarakat tetap diminta menyiapkan payung atau jas hujan bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

16 Kota Besar Berpotensi Hanya Berawan

BMKG memprakirakan 16 kota besar hanya akan berawan sepanjang hari. Daftar itu mencakup Jambi, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.

Kondisi berawan tidak berarti bebas dari potensi hujan lokal berskala kecil. Warga di wilayah ini masih perlu memantau pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.

BMKG Tekankan Kesadaran Respons Peringatan Dini

Sebelumnya, BMKG mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat merespons peringatan dini tsunami secara cepat. Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Rahmat Triyono menekankan peran masyarakat dalam meminimalkan risiko korban.

"Sebaik-baiknya peringatan dini adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami," kata Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta.

Rahmat secara khusus menyoroti warga di wilayah pesisir. Mereka diminta segera melakukan evakuasi ketika merasakan guncangan gempa kuat atau menerima peringatan potensi tsunami.

Informasi prakiraan cuaca terbaru dapat diakses melalui laman resmi BMKG. Masyarakat diimbau memeriksa pembaruan sebelum merencanakan perjalanan atau aktivitas luar ruang.

Terkini