Lee Jae Myung: Korsel Tolak Kerahkan Militer ke Selat Hormuz

Minggu, 20 September 2026 | 11:18:00 WIB
Lee Jae Myung: Korsel Tolak Kerahkan Militer ke Selat Hormuz

EDUKASIEKONOMI.COM — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan Seoul tidak akan mengerahkan aset militer apa pun ke Selat Hormuz, menolak tekanan Washington agar sekutunya ikut terlibat dalam konfrontasi AS melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis yang mengangkut sebagian besar pasokan minyak mentah Asia.

"Tidak akan ada pengerahan yang terlibat atau terjun ke dalam perang. Saya bisa tegaskan hal itu dengan sangat jelas," ujar Lee, seperti dikutip The New Arab.

Lee menambahkan bahwa Korea Selatan tidak akan mengerahkan aset militer dalam bentuk apa pun untuk tujuan tersebut. Pernyataan itu menjadi sinyal tegas bahwa aliansi Seoul-Washington tidak otomatis berarti keterlibatan militer penuh.

Pengecualian untuk Kepentingan Sendiri

Meski menolak terlibat dalam perang, Lee memberi catatan penting. Korea Selatan sedang mempertimbangkan peran terbatas untuk menjamin kebebasan navigasi di kawasan tersebut, semata-mata demi kepentingan nasionalnya sendiri.

"Jelas pula bahwa kami harus melakukan langkah minimal—seperti yang dilakukan negara-negara lain—untuk melindungi pelayaran komersial dan pengiriman minyak mentah kami, serta keselamatan rakyat kami," kata Lee.

Pernyataan itu menunjukkan Seoul memisahkan antara keterlibatan dalam konflik bersenjata dan upaya melindungi jalur logistik energinya. Selat Hormuz merupakan salah satu choke point terpenting bagi impor minyak mentah Korea Selatan.

Tekanan AS dan Posisi Sekutu di Asia

Korea Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Asia. Namun, permintaan Washington agar Angkatan Laut Korsel dikerahkan ke Selat Hormuz mendapat penolakan langsung dari Seoul.

Belum ada keterangan resmi dari pihak AS mengenai respons atas pernyataan Lee. Sejumlah negara sekutu lain juga dilaporkan menghadapi permintaan serupa, meski belum jelas siapa saja yang sudah memberi jawaban.

Penolakan Korea Selatan ini menempatkan Seoul pada posisi yang sama dengan sejumlah negara yang enggan terseret dalam eskalasi militer di Timur Tengah. Prioritas mereka adalah melindungi kepentingan ekonomi masing-masing tanpa terlibat langsung dalam pertempuran.

Jalur Pelayaran yang Menentukan Pasokan Energi

Selat Hormuz adalah jalur pelayaran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sebagian besar ekspor minyak mentah dari negara-negara Teluk harus melewati selat ini.

Bagi Korea Selatan, jalur tersebut krusial untuk menjaga pasokan energi nasional. Karena itu, Lee menyebut langkah minimal untuk melindungi pelayaran komersial sebagai bagian dari kepentingan sendiri, bukan bagian dari operasi militer gabungan.

Ketegangan di Selat Hormuz berdampak langsung pada harga minyak global dan biaya pengiriman. Negara-negara pengimpor minyak di Asia, termasuk Korea Selatan, paling rentan terhadap gangguan di jalur tersebut.

Yang Ditunggu Setelah Pernyataan Lee

Pernyataan Lee Jae Myung menutup ruang bagi keterlibatan militer Korea Selatan dalam konflik AS-Iran. Namun, peran seperti apa yang akan diambil Seoul untuk menjaga kebebasan navigasi masih belum dirinci.

Yang jelas, Seoul akan bergerak berdasarkan kepentingan sendiri. Keputusan final mengenai bentuk keterlibatan minimal itu diperkirakan menunggu perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Terkini