EDUKASIEKONOMI.COM — PT Pertamina (Persero) kembali menempati posisi puncak Fortune Indonesia 100 2026 berkat pendapatan Rp1.189,74 triliun sepanjang tahun fiskal 2025. Perusahaan energi pelat merah itu juga mencatat laba bersih Rp56,23 triliun pada periode yang sama. Capaian tersebut diumumkan dalam Fortune Indonesia 100 Gala 2026 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Pemeringkatan Fortune Indonesia 100 disusun berdasarkan skala kinerja keuangan perusahaan. Data yang dipakai telah dikonversi ke rupiah memakai kurs rata-rata tahun fiskal 2025 sebesar Rp16.785 per dolar AS.
Posisi teratas Pertamina bertahan meski kondisi bisnis global masih bergejolak. Ketidakpastian ekonomi eksternal menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan energi yang menggarap bisnis dari hulu sampai hilir.
Pertumbuhan Pendapatan Tak Selalu Sejalan dengan Laba
Dari seluruh perusahaan yang masuk daftar edisi 2026, Fortune Indonesia mencatat 66% di antaranya membukukan kenaikan pendapatan. Namun hanya 49 perusahaan yang berhasil menaikkan laba bersih.
Angka itu menunjukkan pertumbuhan top line tidak otomatis diikuti perbaikan bottom line. Banyak korporasi besar masih menghadapi tekanan margin di tengah ketidakpastian pasar.
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder IDN Media William Utomo menilai pemeringkatan tersebut menggambarkan kinerja perusahaan berskala besar.
"Fortune Indonesia 100 memberikan gambaran mengenai perusahaan-perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Pemeringkatan ini melihat kinerja perusahaan secara objektif berdasarkan data dan capaian bisnis yang terpublish," ujar William.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil masuk daftar Fortune Indonesia 100 2026.
"Selamat atas pencapaian luar biasa ini kepada perusahaan, tim kepemimpinan, dan seluruh orang di dalam organisasi yang telah berkontribusi mewujudkan pencapaian tersebut," katanya.
Efisiensi Jadi Kunci Pertamina Jaga Kinerja
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut posisi perusahaan dalam pemeringkatan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi seluruh insan Pertamina.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Pertamina terus menjaga kinerja operasional dan keuangan secara sehat, sekaligus menjalankan peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Baron.
Menurut Baron, pencapaian tersebut menjadi momentum memperkuat fundamental bisnis. Upaya itu ditempuh lewat peningkatan efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi berbagai lini usaha.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, Pertamina akan terus menjalankan perannya dalam menyediakan energi yang dibutuhkan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Pertamina menjalankan model bisnis energi terintegrasi, mulai dari eksplorasi dan produksi hingga pengolahan, distribusi, serta pemasaran. Portofolio perusahaan juga dikembangkan melalui penguatan bisnis energi baru dan terbarukan.
Diversifikasi itu berjalan bersamaan dengan upaya menjaga kinerja pada bisnis inti. Efisiensi dan optimalisasi operasi menjadi bagian dari strategi mempertahankan keberlanjutan pertumbuhan.
Peran Pertamina tidak berhenti pada pencapaian finansial. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, perseroan memikul tanggung jawab memastikan pasokan energi bagi masyarakat, industri, dan berbagai aktivitas ekonomi.
Mandat strategis itu membuat kinerja keuangan berjalan berdampingan dengan tuntutan menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional.