Transformasi Digital BPD, Lintasarta Tekankan Kedaulatan Data

Transformasi Digital BPD, Lintasarta Tekankan Kedaulatan Data
Lintasarta: Transformasi Digital BPD Wajib Jaga Kedaulatan Data [FOTO: NET].

JAKARTA - President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengemukakan bahwa proses transformasi digital bagi kalangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) wajib dijalankan dengan senantiasa mempertahankan kedaulatan data, memperkokoh sistem ketahanan siber, sekaligus mengakselerasi penerapan teknologi di seluruh wilayah Indonesia.

“BPD membutuhkan fondasi digital yang mampu menghadirkan standar kapabilitas yang setara tanpa menghilangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Melalui Lintasarta Intelligent Core, kami ingin membantu BPD mempercepat transformasi digital dengan infrastruktur yang berdaulat, terintegrasi dan siap mendukung pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) secara aman dan berkelanjutan,” kata Armand dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Guna menjawab berbagai tantangan kebutuhan tersebut, imbuhnya, pihak perusahaan menghadirkan inovasi Lintasarta Intelligent Core sebagai landasan fondasi digital yang merangkum empat elemen penting, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, serta Collaboration-AI (4C) ke dalam satu ekosistem yang terjamin keamanannya, saling terhubung, serta dapat diandalkan.

Infrastruktur fondasi tersebut dibangun berdasarkan tiga pilar utama, yakni Sovereign (berdaulat) melalui penerapan infrastruktur serta kecerdasan buatan berdaulat demi melindungi keamanan data; aspek Integrated (terintegrasi) lewat penyediaan solusi menyeluruh yang menyatukan seluruh kapabilitas digital dalam satu ekosistem tunggal; serta Seamless Experience yang menawarkan pengalaman penggunaan digital secara lebih ringkas, efisien, dan andal.

Di samping memperkokoh sektor infrastruktur digital, pihak Lintasarta turut memacu peningkatan kapabilitas pada aspek keamanan siber di lingkungan BPD. Pada saat ini, tingkat kematangan keamanan siber serta pengelolaan pusat operasi keamanan (Security Operations Center / SOC) di masing-masing BPD dinilai masih bervariasi, sehingga menuntut adanya penerapan pendekatan yang lebih terpadu, proaktif, dan disokong oleh optimalisasi teknologi AI guna mendongkrak kemampuan deteksi serta respons terhadap berbagai ancaman kejahatan siber.

Bentuk dukungan konkrit dari Lintasarta bagi institusi BPD ini dirancang ke dalam tiga pilar utama. Pertama, penyediaan platform digital lewat pemanfaatan Intelligent Core yang berfungsi sebagai fondasi infrastruktur bersama yang berdaulat serta patuh terhadap seluruh regulasi yang ditetapkan oleh badan pengawas. 

Kedua, adopsi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) guna menjawab prioritas kasus penggunaan (use case) di tingkat daerah, yang mencakup upaya pencegahan tindakan kecurangan (fraud), penguatan keamanan siber, penilaian kelayakan kredit bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga peningkatan standar kualitas layanan nasabah. 

Pilar terakhir difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan talenta digital lokal yang merangkul pihak BPD serta melibatkan kalangan mahasiswa dari perguruan tinggi di masing-masing daerah operasional bank tersebut.

“Ketiga pilar tersebut sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang dijalankan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), khususnya pilar akselerasi transformasi digital BPD serta penguatan peran BPD dalam ekonomi daerah dan nasional,” ungkap dia.

Sebagai tambahan informasi, pihak Lintasarta dijadwalkan akan menggelar agenda BPD Summit 2026 yang mempertemukan perwakilan institusi BPD dari seluruh penjuru Indonesia pada tanggal 5 hingga 7 Agustus 2026 mendatang bertempat di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index