JAKARTA - Perolehan laba bersih inti PT Astra International Tbk. (ASII) diproyeksikan bakal menembus angka Rp13,5 triliun pada kurun waktu semester I/2026. Realisasi capaian tersebut dinilai melampaui proyeksi perkiraan awal para analis, meski posisinya masih berada dalam koridor yang sejalan dengan konsensus umum pasar.
Tim analis dari Indo Premier Sekuritas (IPOT), yakni Aurelia Barus dan Halima Yefany, memaparkan bahwa performa solid yang ditunjukkan oleh ASII ini ditopang secara langsung oleh tren pemulihan volume penjualan kendaraan bermotor roda empat serta ditunjang oleh kinerja kinclong dari anak usahanya, yakni PT United Tractors Tbk. (UNTR).
“Kami mengestimasi laba bersih inti ASII selama semester I/2026 mencapai Rp13,5 triliun, dengan periode kuartal II/2026 berkontribusi lewat kenaikan 10% secara kuartalan. Angka tersebut berada di atas proyeksi kami,” ujar Aurelia dan Halima dalam riset terbarunya, dikutip Senin (27/7/2026).
Pada lini sektor bisnis otomotif, angka volume penjualan grosir mobil ASII sepanjang kuartal II/2026 tercatat melonjak hingga 19% secara kuartalan (quarter on quarter). Sebagai hasil akumulasinya, total keseluruhan penjualan mobil dalam paruh pertama semester I/2026 berhasil menyentuh angka 222.000 unit atau mengalami pertumbuhan sebesar 10% year on year (YoY), sekaligus sukses memenuhi persentase 54% dari target tahunan yang dipatok oleh pihak IPOT.
Catatan positif yang dibukukan oleh segmen kendaraan roda empat tersebut dinilai mampu menjalankan peran secara efektif dalam menutupi sektor kendaraan roda dua yang membukukan angka penjualan di level 3,1 juta unit, serta entitas bisnis PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) yang pergerakan pertumbuhan kinerjanya terpantau selaras dengan estimasi.
Sementara itu, sokongan kontribusi finansial yang signifikan turut mengalir dari lini PT United Tractors Tbk. (UNTR). Sepanjang catatan lima bulan pertama tahun 2026, volume operasional jasa kontraktor penambangan serta produksi komoditas batu bara milik UNTR terpantau sukses melampaui target yang dipatok. Di samping itu, angka penjualan alat berat bermerek Komatsu juga berhasil mencatatkan pencapaian di atas proyeksi para analis.
Pihak IPOT sendiri memperkirakan bahwa perolehan laba inti UNTR pada kuartal II/2026 bakal mencapai kisaran Rp2 triliun atau melompat naik sebesar 30% secara kuartalan, sehingga akumulasi laba inti UNTR sepanjang semester I/2026 diprediksi menyentuh angka Rp3,5 triliun.
Di luar sektor bisnis otomotif dan pertambangan, lini usaha jasa pembiayaan milik Astra juga diestimasikan mampu mencatatkan performa keuangan yang stabil, sejalan dengan solidnya angka pencapaian penjualan kendaraan.
Adapun untuk emiten korporasi perkebunan kelapa sawit di bawah naungan grup Astra, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), diproyeksikan bakal membukukan perolehan laba bersih inti sebesar Rp539 miliar khusus pada kuartal II/2026. Dengan demikian, total keseluruhan laba inti AALI selama semester I/2026 berada di kisaran angka Rp1,1 triliun atau setara dengan porsi 56% dari target tahunan.
Berlandaskan pada pertimbangan fundamental kinerja operasional serta kepastian atas jalannya aksi korporasi restrukturisasi permodalan perusahaan, pihak IPOT memutuskan untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham ASII.
“Persetujuan pemegang saham pada 17 Juli 2026 terkait rencana buyback saham senilai Rp8 triliun kami yakini akan memberikan bantalan sentimen positif bagi pergerakan harga saham ASII di pasar sekunder,” pungkas tim riset IPOT.