JAKARTA - Pagelaran 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 tidak sekadar menghadirkan atmosfer kompetitif di gelanggang pertandingan, melainkan turut memberikan gairah positif bagi roda perekonomian wilayah Jakarta, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.
Richard mengungkapkan bahwa ajang kejuaraan yang dipusatkan di Tennis Indoor Senayan pada rentang tanggal 1 hingga 5 Agustus tersebut bakal mendatangkan sebanyak 478 atlet taekwondo dari total 36 negara, lengkap bersama jajaran ofisial serta pendamping masing-masing kontingen.
“Hotel, layanan transportasi, pelaku kuliner, UMKM, hingga destinasi wisata Jakarta berpeluang ikut menikmati perputaran ekonomi yang tercipta,” kata Richard dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Dari total 478 atlet yang berpartisipasi, sebanyak 245 orang di antaranya merupakan perwakilan dari berbagai negara di belahan dunia seperti Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga kawasan Timur Tengah.
Negara India tercatat sebagai delegasi asing dengan jumlah kontingen terbesar yakni 61 atlet, disusul oleh Hong Kong yang membawa 34 atlet, serta Filipina dengan kekuatan 33 atlet. Sementara itu, kubu tuan rumah Indonesia menurunkan total 233 atlet taekwondo terbaiknya.
Berdasarkan pandangan Richard, kehadiran para partisipan dari kancah internasional ini menjadi momentum strategis bagi Jakarta guna mengombinasikan perhelatan kompetisi olahraga prestasi dengan agenda promosi pariwisata daerah.
“Sport tourism merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
Richard menambahkan bahwa pelaksanaan kejuaraan bertaraf internasional semacam ini pun sanggup memperkokoh eksistensi Indonesia sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan event olahraga dunia.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang pertandingan dan menjadi tempat bagi atlet-atlet kami untuk mengasah kemampuan terbaik mereka, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia,” katanya.
Kompetisi bergengsi ini dikategorikan sebagai turnamen resmi level G2 World Taekwondo (WT) yang menawarkan perolehan poin penting guna persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 serta kejuaraan tingkat dunia.
Rangkaian kejuaraan tersebut mempertandingkan dua kategori utama, yakni poomsae atau seni serta kyorugi atau tarung bebas.
Nomor pertandingan poomsae recognized dan freestyle dijadwalkan bergulir pada 1 sampai 2 Agustus, sedangkan kategori kyorugi senior baik putra maupun putri bakal dihelat pada tanggal 3 hingga 5 Agustus.
Dari total 233 atlet Indonesia yang ambil bagian, sebanyak 31 taekwondoin telah dipersiapkan secara khusus oleh PBTI berdasarkan hasil penjaringan dari rangkaian turnamen Ksatria Nusantara Series di berbagai daerah meliputi Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, hingga Kediri.
Tiga dari puluhan atlet tersebut diproyeksikan untuk mengemban misi mewakili Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yakni Muhammad Bassam Raihan yang turun pada kelas di bawah 68 kilogram putra, Arya Danu pada kelas di bawah 80 kilogram putra, serta Andi Sultan yang berlaga di kategori poomsae.
Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian menuturkan bahwa tingginya minat serta antusiasme peserta memaksa pihak panitia pelaksana untuk memberlakukan pembatasan kuota atlet agar keseluruhan jadwal pertandingan dapat rampung sesuai dengan regulasi baku yang ditetapkan oleh World Taekwondo.