Daftar Inovasi Riset Unggulan BRIN Dipamerkan Kepada Presiden Prabowo

Daftar Inovasi Riset Unggulan BRIN Dipamerkan Kepada Presiden Prabowo
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto diagendakan menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta jajarannya pada Kamis (6/8/2026) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan. 

Pada pertemuan itu, BRIN menyajikan beragam hasil riset strategis dan teknologi unggulan karya anak bangsa yang ditujukan untuk menyokong program prioritas nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, pameran itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkokoh riset serta inovasi sebagai landasan kemandirian bangsa lewat peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam memproduksi teknologi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.

"Hasil riset yang ditampilkan menegaskan dukungan Pemerintah pada penguatan riset dan inovasi sebagai fondasi kemandirian bangsa, melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menghasilkan teknologi yang berkualitas dan relevan dengan tantangan pembangunan," kata Prasetyo Hadi dalam keterangan pers tertulis yang diterima, Kamis (6/8/2026).

Di ajang pameran itu, BRIN menyuguhkan 15 booth hasil riset dan inovasi yang mewakili deretan klaster teknologi unggulan sebagai turunan dari delapan Agenda Riset Nasional. 

Aneka inovasi yang dipertunjukkan meliputi sektor kedirgantaraan dan keantariksaan, ketahanan air, ketenaganukliran, energi dan mineral, lingkungan serta pengelolaan sampah, perumahan dan kebencanaan, kesehatan, transportasi, Makan Bergizi Gratis (MBG), pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan, pertahanan dan keamanan, sampai pelestarian warisan budaya.

Menurut Prasetyo, karya yang dipajang tidak sekadar memperlihatkan capaian penelitian nasional, melainkan juga membuktikan kapasitas Indonesia dalam memproduksi solusi bagi bermacam kebutuhan strategis bangsa.

"Apa yang ditampilkan BRIN bukan sekadar etalase produk riset, melainkan penanda bahwa Indonesia memiliki kapasitas nyata untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri, khususnya di bidang strategis seperti pangan, energi, air, kesehatan, pertahanan, dan industrialisasi nasional," ujarnya.

Pemerintah, imbuh Prasetyo, menjadikan hilirisasi hasil riset sebagai salah satu fokus utama supaya inovasi tidak mandek di tahap penelitian, melainkan sanggup dimanfaatkan secara luas oleh publik dan memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Pemerintah menempatkan hilirisasi hasil riset sebagai kunci: agar setiap inovasi tidak berhenti di laboratorium dan publikasi, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi," katanya.

Guna mengakselerasi proses itu, pemerintah mendorong kerja sama yang kian erat antara BRIN, perguruan tinggi, sektor industri, badan usaha milik negara (BUMN), hingga pemerintah daerah sebagai jembatan hilirisasi riset dan inovasi.

"Oleh karena itu, Pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih erat antara BRIN, perguruan tinggi, industri, BUMN, dan pemerintah daerah sebagai jembatan hilirisasi riset dan inovasi. Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan tumbuh menjadi bangsa pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045," tutur Prasetyo.

Gelaran pameran inovasi dan teknologi BRIN bertempat di Halaman Tengah Istana Kepresidenan mulai pukul 14.00 WIB. 

Berdasarkan lembar informasi acara, Presiden diagendakan meninjau seluruh booth pameran sebelum mendengarkan pemaparan dari Kepala BRIN mengenai bermacam hasil riset strategis yang menopang ketahanan pangan, energi, kesehatan, lingkungan, pertahanan, serta percepatan industrialisasi nasional.

Merujuk pada Briefing Sheet Menteri Sekretaris Negara, pameran itu menjadi wadah bagi BRIN dalam menunjukkan kontribusi riset nasional terhadap Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2026–2029. Presiden diagendakan meninjau langsung seluruh booth sebelum menerima laporan dari Kepala BRIN serta menyampaikan arahan.

BRIN mengantongi portofolio 19 klaster teknologi unggulan yang menjadi turunan dari delapan Agenda Riset Nasional. Klaster itu mencakup ketahanan pangan, kedaulatan energi, kedaulatan kesehatan, penguatan industri strategis, ketahanan air dan lingkungan, ketahanan sosial masyarakat, kedirgantaraan dan keantariksaan, maupun ketenaganukliran.

Beberapa klaster menjadi sorotan utama lantaran dianggap menyokong program strategis pemerintah. 

Di antaranya teknologi ketahanan air guna mempercepat antisipasi cuaca ekstrem serta fenomena El Niño, pengembangan energi, hunian modular demi mendukung Program 3 Juta Rumah, hingga teknologi penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada pameran itu, BRIN menyajikan 15 booth dan satu unit kendaraan Arsinum (Air Siap Minum). 

Bermacam inovasi yang dipertunjukkan meliputi sektor kedirgantaraan dan keantariksaan, riset serta inovasi air, teknologi nuklir, energi dan mineral, lingkungan maupun pengelolaan sampah, perumahan dan kebencanaan, kesehatan, transportasi, pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan dan kampung nelayan, warisan budaya, pertahanan dan keamanan, serta teknologi penunjang MBG.

Pada bidang kedirgantaraan, BRIN menyajikan pesawat N219/N219A, satelit NEO-1, beserta drone PUNA MALE. Di sektor air, ditunjukkan teknologi Arsinum Mobile, tanggul raksasa (Giant Sea Wall), desalinasi air laut, dan breakwater modular.

Di bidang kesehatan, BRIN mengenalkan deretan inovasi seperti vaksin, kit deteksi dini tuberkulosis, alat bantu kesehatan, ventilator, sampai bone graft demi kebutuhan ortopedi. 

Sementara di sektor transportasi dipertunjukkan teknologi flex fuel serta konversi sepeda motor listrik, purwarupa kendaraan otonom logistik (autonomous last-mile delivery robot), dan kendaraan listrik.

Di sektor pertahanan dan keamanan, BRIN memajang bermacam teknologi seperti drone PUNA Male, PUNA Alap-alap, cat antiradar, roket R-HAN 122B, proyektil penetrator, hingga material baja khusus. 

Di samping itu, pameran turut menyuguhkan inovasi pengolahan limbah menjadi energi, teknologi bioetanol dan biodiesel, pengembangan varietas tanaman unggul, sistem deteksi halal, asisten guru berbasis kecerdasan buatan (AI), laboratorium digital STEAM, sampai teknologi pelestarian warisan budaya lewat rekonstruksi manusia purba dan digitalisasi manuskrip kuno.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index