JAKARTA — PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) menyiapkan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp1.02 triliun guna memperbaiki struktur permodalan sekaligus menopang ekspansi ke bidang manufaktur baja serta budidaya tambak udang.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (10/8/2026), langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperoleh lini usaha operasional baru yang diharapkan dapat berkontribusi bagi perbaikan posisi keuangan serta kelangsungan usaha.
Adapun, basis bisnis MKNT sebelumnya beroperasi sebagai distributor produk telekomunikasi. MKNT diketahui telah mengambil alih masing-masing 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS) dan PT Radja Udang Malingping (RUM) pada 29 Mei 2026.
CBS bergerak pada sektor industri manufaktur baja, sedangkan RUM menjalankan usaha di bidang perikanan, termasuk budidaya tambak udang.
Melalui kedua perusahaan anak tersebut, MKNT akan merambah industri baja serta pembesaran crustacea air payau dan perdagangan hasil perikanan.
Berdasarkan akta jual beli saham CBS, MKNT membeli 49.999.999 saham atau 99,99% kepemilikan dengan nilai transaksi Rp668,01 miliar. Sementara itu, akuisisi RUM dilakukan atas 152.990 saham atau 99,99% kepemilikan dengan nilai transaksi Rp156,49 miliar.
Dalam keterbukaan informasi, perseroan menyatakan saat ini tidak menjalankan kegiatan usaha, kegiatan operasional, maupun aktivitas komersial secara aktif.
Untuk memperkuat struktur permodalan, MKNT akan menerbitkan 822.925.100.000 saham baru kepada para kreditur melalui konversi utang. Utang yang dikonversi bersumber dari kewajiban kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau sebesar Rp668 miliar serta PT Mantra Capital Persadan senilai Rp154,93 miliar.
Selain konversi utang, PMTHMETD mencakup injeksi tunai dari MCP sebesar Rp1,56 miliar serta injeksi tunai investor independen sejumlah Rp200 miliar. Investor independen itu terdiri atas Suripto, John Veter Firdaus, Antony Lesmana, Daniel Tejakusuma, serta Rossa Linna.
Dengan demikian, total saham baru yang akan diterbitkan mencapai 1.024.490.000.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp1 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 99,46% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh MKNT saat keterbukaan informasi diterbitkan.
Perseroan menyatakan PMTHMETD diharapkan memperbaiki struktur permodalan serta mendukung keberlangsungan usaha. Langkah tersebut juga ditempuh dalam konteks kondisi keuangan perseroan yang memenuhi ketentuan untuk melaksanakan PMTHMETD dalam rangka perbaikan posisi keuangan.
Di bidang ekspansi, studi kelayakan mencakup pengembangan bisnis RUM pada pembesaran crustacea air payau, penampungan serta penyaluran air baku, dan perdagangan besar hasil perikanan. Adapun CBS akan mengembangkan industri penggilingan baja serta industri besi dan baja dasar.
Selain itu, dalam dokumen kajian tersebut juga disebutkan bahwa pengembangan RUM akan diarahkan guna memperkuat rantai pasok perikanan, termasuk optimalisasi lahan tambak serta peningkatan kapasitas produksi udang untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.
Sementara itu, CBS diproyeksikan menjadi basis industri baja terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada penggilingan, tetapi juga pengolahan bahan baku baja menjadi produk setengah jadi yang mampu mendukung kebutuhan sektor konstruksi dan manufaktur.
Perluasan kegiatan usaha itu dijalankan melalui perusahaan anak sehingga tidak mengubah ataupun menambah KBLI yang dimiliki langsung oleh MKNT. Perseroan menempatkan diri sebagai holding yang mengelola entitas anak dengan portofolio bisnis telekomunikasi, manufaktur baja, serta budidaya tambak udang.
MKNT akan meminta persetujuan pemegang saham untuk mengeksekusi private placement dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2026. Persetujuan tersebut menjadi tahapan penting sebelum penerbitan saham baru serta pelaksanaan skema konversi utang dan injeksi modal dapat dilakukan.