Laba CIMB Niaga Syariah Tembus Rp679,25 Miliar pada Semester I/2026

Laba CIMB Niaga Syariah Tembus Rp679,25 Miliar pada Semester I/2026
Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang CIMB Niaga [FOTO: NET].

JAKARTA - Unit usaha syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) berhasil membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp679,25 miliar hingga berakhirnya periode semester I/2026.

 Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui Harian Bisnis Indonesia edisi hari Jumat (14/8/2026), pencapaian laba pada kurun waktu tersebut terutama didorong oleh komponen pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mengalami kenaikan sebesar 10,03 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,03 triliun, meningkat dari posisi sebelumnya yang senilai Rp936,41 miliar pada periode Juni 2025.

Selain itu, pertumbuhan laba UUS CIMB Niaga turut disokong oleh kenaikan pendapatan komisi serta pos pendapatan lain-lain. Tercatat hingga semester I/2026, pendapatan komisi perseroan mendaki 17,46 persen (YoY) ke angka Rp259,52 miliar, sementara pendapatan lainnya melesat signifikan sebesar 78,53 persen (YoY) hingga mencapai Rp160,17 miliar.

Meninjau dari sektor penyaluran pembiayaan, UUS CIMB Niaga mencatatkan pembiayaan bagi hasil sebesar Rp44,74 triliun. Adapun total nilai aset yang dimiliki oleh perseroan tercatat berada di kisaran Rp59,82 triliun.

Pada saat yang bersamaan, total himpunan dana pihak ketiga oleh UUS CIMB Niaga turut menunjukan pertumbuhan positif sebesar 5,78 persen (YoY) sehingga menjadi Rp50,94 triliun, naik dari pencapaian semester I/2025 yang sebelumnya mencatatkan angka sebesar Rp48,15 triliun.

Secara lebih terperinci, komponen dana simpanan wadiah menunjukkan lonjakan yang cukup tajam sebesar 26,21 persen (YoY) hingga mencapai Rp13,04 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, UUS CIMB Niaga membukukan dana simpanan wadiah di angka Rp10,33 triliun.

Sementara itu, instrumen dana investasi non-profit sharing tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,20 persen (YoY) menjadi Rp37,89 triliun pada semester I/2026, menyusul catatan pada periode serupa tahun lalu yang berada di posisi Rp37,82 triliun.

Bergeser pada indikator kualitas aset, UUS CIMB Niaga melaporkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross berada di level 2,42 persen, yang mana angka tersebut mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan posisi pada semester I/2005 yang tercatat sebesar 2,08 persen. Begitu pula dengan rasio NPF net yang ikut mengalami peningkatan dari semula 1,00 persen menjadi 1,08 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index