Waspada Raccoon Eyes, Kondisi Lebam Mata Akibat Cedera Kepala

Waspada Raccoon Eyes, Kondisi Lebam Mata Akibat Cedera Kepala
Ilustrasi. Ada kondisi raccoon eyes atau mata rakun [FOTO: NET].

JAKARTA - Apabila Anda tengah mengalami kekurangan waktu tidur, biasanya akan muncul lingkaran hitam di area sekitar mata yang lazim disebut sebagai mata panda. Akan tetapi, terdapat pula istilah medis berupa raccoon eyes atau mata rakun yang mengakibatkan penampilan di sekitar mata tampak lebam persis seperti habis terkena hantaman bogem mentah.

Kondisi medis ini patut untuk diwaspadai lantaran dapat menjadi indikasi awal adanya cedera kepala yang berbahaya, terlebih apabila kemunculannya dipicu oleh suatu bentuk trauma fisik, misalnya ketika Anda baru saja mengalami kecelakaan terjatuh atau kepala terbentur beberapa hari sebelumnya.

Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai faktor penyebab, rangkaian gejala, serta batasan waktu kapan harus segera mencari pertolongan medis profesional menjadi hal yang sangat penting ketika menghadapi situasi ini.

Mengutip dari Healthline, kemunculan raccoon eyes paling sering dikaitkan dengan kejadian fraktur dasar tengkorak atau basal skull fracture. Area dasar tengkorak sendiri merupakan bagian struktur bawah tempat otak bertumpu.

Ketika terjadi keretakan atau patah tulang di area tersebut, gejala berupa timbulnya memar di sekitar kelopak mata dapat terjadi. Kondisi semacam ini umumnya bisa dipicu oleh insiden kecelakaan kendaraan bermotor, musibah jatuh, kecelakaan akibat olahraga, ataupun hantaman benturan keras yang mengenai bagian kepala.

Selain itu, raccoon eyes juga dapat muncul akibat retaknya struktur tulang-tulang tipis yang berada di sekitar area mata. Berbagai bentuk cedera wajah, seperti patah tulang hidung atau fraktur pada tulang pipi, turut berpotensi memicu kondisi klinis yang serupa.

Perlu dicatat pula bahwa kemunculan memar ini tidak selalu langsung terlihat sesaat setelah kejadian berlangsung. Pada beberapa kasus tertentu, pembengkakan di area wajah bahkan bisa bertahan selama beberapa hari terlebih dahulu sebelum akhirnya memunculkan bekas memar yang nyata di sekitar area mata.

Penting pula untuk bisa membedakan antara gejala raccoon eyes dengan fenomena lingkaran hitam biasa pada mata. Berdasarkan catatan Cleveland Clinic, lingkaran hitam yang diakibatkan oleh kurang tidur umumnya hanya memicu penggelapan warna kulit di bawah mata tanpa disertai adanya memar.

Di sisi lain, raccoon eyes murni merupakan bentuk pendarahan jaringan yang terjadi di sekitar area mata, sehingga kondisi ini jauh lebih mengkhawatirkan dan sering kali berkaitan erat dengan indikasi cedera serius.

Secara umum, kemunculan raccoon eyes disebabkan oleh adanya penumpukan volume darah di bawah lapisan kulit sekitar mata. Faktor pemicunya pun sangat beragam, tidak sebatas pada kasus trauma fisik saja, melainkan dapat pula berkaitan dengan berbagai kondisi medis lainnya. Berdasarkan informasi dari All About Vision, berikut adalah beberapa faktor penyebabnya:

Cedera atau trauma Jaringan pembuluh darah yang berada di sekitar mata memiliki struktur yang sangat halus, sehingga sangat rentan mengalami pecah akibat hantaman benturan baik yang ringan maupun berat. Sejumlah contoh pemicu, seperti batuk kronis yang keras, bersin dengan kuat, muntah, kebiasaan mengucek area wajah secara kasar, hingga benturan fisik secara langsung, dapat memicu timbulnya memar.

Operasi Tanda memar di sekitar area mata juga kerap muncul pascapelaksanaan prosedur tindakan bedah, khususnya jenis operasi yang melibatkan struktur tulang ataupun area sekitar hidung, seperti prosedur rhinoplasty.

Infeksi Beberapa jenis infeksi tertentu terbukti mampu memicu kemunculan raccoon eyes, di antaranya adalah infeksi berat akibat adenovirus pada anak-anak serta infeksi pada bagian sinus frontal yang memicu reaksi pembengkakan serta peradangan.

Gangguan pembuluh darah Sejumlah kondisi gangguan vaskular dapat memunculkan memar di area sekitar mata, mencakup insiden pendarahan di dalam otak, peradangan pada pembuluh darah besar, serta lonjakan tekanan di dalam rongga tengkorak. Pada kasus-kasus tertentu, serangan migrain juga pernah dilaporkan memiliki kaitan dengan kemunculan gejala yang menyerupai raccoon eyes.

Penyakit sistemik Berbagai jenis penyakit yang menyerang tubuh secara menyeluruh, seperti penyakit lupus, juga berpotensi memunculkan kondisi periorbital ecchymosis. Bahkan, dalam situasi tertentu, raccoon eyes dapat menjadi tanda kemunculan penyakit kanker tertentu seperti neuroblastoma ataupun sarkoma kaposi.

Menurut pandangan dari WebMD, raccoon eyes bukanlah sekadar masalah kulit biasa, sehingga tidak membutuhkan perawatan dermatologis khusus sekadar untuk memulihkan warna kulit. Namun, apabila raccoon eyes mendadak muncul setelah Anda mengalami insiden cedera kepala, maka langkah evakuasi medis yang cepat wajib segera dilakukan.

Dokter kemungkinan besar akan menyarankan dilakukannya tindakan pemindaian CT scan guna mendeteksi ada atau tidaknya kerusakan serius pada struktur otak maupun tengkorak. Pada kondisi yang sudah parah, tindakan operasi perlu dijalankan untuk membersihkan gumpalan darah, mereparasi pembuluh darah yang mengalami kebocoran, ataupun mengangkat serpihan pecahan tulang.

Apabila pasien terdiagnosis mengalami cedera gegar otak, maka penanganan medis lanjutan yang intensif serta waktu istirahat yang memadai sangat diperlukan. Sementara itu, sebagian besar kasus patah tulang pada area tengkorak umumnya akan dapat pulih dengan sendirinya, meskipun proses penyembuhan total tersebut biasanya memerlukan waktu hingga beberapa bulan lamanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index