JAKARTA - Ketika mengamati rekan ataupun orang terdekat sedang menderita depresi berat, wajar kalau kamu ingin memberikan sokongan serta dorongan semangat.
Niat baik memang penting, namun tidak semua ucapan terasa menenteramkan bagi individu yang sedang bergelut dengan kondisi mentalnya.
Ada kalimat yang terdengar sederhana, tetapi justru dapat menjadikan mereka merasa tidak dipahami. Bahkan, beberapa tuturan mampu memperburuk rasa bersalah, keterasingan, dan tekanan emosional.
Kalimat yang bisa memperburuk depresi berat seseorang Maka dari itu, penting guna mengetahui kalimat apa saja yang hendaknya dihindari tatkala sedang memberikan sokongan kepada orang dengan depresi berat. Ini dia beberapa di antaranya:
"Kamu harus kuat, ya" Kalimat tersebut terdengar mendukung, tetapi mampu membuat seseorang merasa tidak boleh menampilkan sisi rapuhnya. Menurut CNBC Make It, individu yang sedang depresi berat justru memerlukan validasi akan perasaannya, bukan tuntutan guna senantiasa kelihatan tegar.
Mengabaikan perasaan mereka dapat menjadikan emosi yang sedang dipendam makin menumpuk. Coba ganti dengan tuturan seperti, "Wajar kamu punya perasaan seperti itu," atau, "Aku paham, pasti berat banget buat kamu."
"Sudah, jangan nangis" Menangis bukan indikasi kelemahan, melainkan cara tubuh serta pikiran melepaskan tekanan. Saat seseorang mengalami tekanan batin, mereka memerlukan ruang aman guna mengekspresikan emosi.
Menahan tangis justru mampu menjadikan beban batin terasa makin besar. Jika mereka menangis, beri tanggapan yang menenteramkan seperti, "Tidak apa-apa, keluarkan saja perasaanmu."
"Kalau butuh apa-apa, bilang aja" Kendati terdengar ramah, kalimat ini sering kali terlampau umum dan justru terdengar basa-basi. Orang dengan depresi berat mungkin tak mempunyai tenaga guna menjelaskan keperluannya atau merasa segan guna memohon bantuan.
Sebaiknya tawarkan bantuan yang spesifik, misalnya, "Mau aku bantu antar ke dokter?"
"Aku pernah ngalamin yang lebih parah" "Depresi adalah sesuatu yang sangat personal dan tidak memerlukan pembenaran dalam bentuk apa pun.
Perbandingan apa pun dapat sepenuhnya meremehkan dan mengabaikan pengalaman hidup sehari-hari seseorang," kata psikiater Leela R. Magavi, seperti dilansir Business Insider.
Jadi ketimbang membandingkan, simak cerita mereka dengan empati dan tanpa menghakimi.
"Bersyukurlah, orang lain lebih susah" Bersyukur itu penting, tetapi perlu diucapkan dalam konteks yang tepat. Ucapan ini justru dapat membuatnya merasa bersalah karena sedang sedih.
Individu yang mengalami depresi berat tidak senantiasa mampu merasa baik hanya karena menyaksikan orang lain lebih menderita. Yang mereka perlukan adalah validasi perasaan mereka nyata dan layak dihargai.
"Kamu enggak kelihatan sedih, kok" Tidak seluruh permasalahan mental terlihat dari luar. Banyak orang yang tampak biasa saja, padahal sedang berjuang keras di dalam dirinya.
Mengutip Verywell Mind, kalimat tersebut dapat menjadikan mereka merasa tidak dimengerti dan enggan terbuka. Ingat, depresi berat sering kali bersifat tersembunyi, sehingga penampilan luar bukan ukuran kondisi batin seseorang.
"Kamu pasti bisa, kamu cuma lagi capek aja" Bagimu, masalah yang dialami mungkin terlihat ringan. Namun bagi orang dengan depresi berat, hal kecil pun dapat terasa amat berat dan melelahkan. Mengecilkan pengalamannya, mampu membuatnya merasa tidak dianggap serius.
Jangan di-ghosting juga, ya... Kalau banyak pantangannya, lalu kami harus berbicara apa, dong? Memang serba salah, tetapi diam total dan menghindar juga bukan pilihan terbaik.
Orang yang mengalami depresi berat sering merasa dihindari, diabaikan, atau ditinggalkan oleh lingkungan sekitarnya. Kondisi ini dapat memperparah rasa kesepian dan menjadikan mereka enggan terbuka.
Padahal, sekadar menanyakan kabar sudah mampu memberikan dampak besar. Coba kirim pesan sederhana seperti, "Aku kepikiran kamu, gimana kabarmu hari ini?" Tuturan kecil seperti itu dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian.