Bahas Semikonduktor, RI dan India Lakukan Pertemuan Bilateral

Bahas Semikonduktor, RI dan India Lakukan Pertemuan Bilateral
Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza dan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah India Jitin Prasada [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama pihak India mengkaji potensi kerja sama di berbagai bidang sektor strategis, mencakup pengelolaan pusat data (data center), transformasi ranah industri digital, hingga teknologi semikonduktor dalam rangkaian kegiatan 10th BRICS Industry Ministers' Meeting yang bertempat di Jaipur, India.

Peluang ekspansi kolaborasi industrial antar kedua negara tersebut dieksplorasi melalui forum pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza bersama Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah India Jitin Prasada.

"Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Faisol mengutarakan bahwa agenda pertemuan bilateral yang dilangsungkan pada pekan lalu tersebut berfungsi sebagai langkah lanjutan dari kian eratnya jalinan bilateral pasca lawatan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke India dalam rangka perayaan Republic Day 2025, serta kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026.

Deretan agenda pertemuan tingkat tinggi ini sekaligus mengukuhkan era baru kemitraan strategis dalam sektor perdagangan, penanaman modal investasi, bidang kesehatan, industri farmasi, hilirisasi produk manufaktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Performa neraca perdagangan bilateral antara Indonesia dan India senantiasa memperlihatkan tren positif. Total nilai transaksi perdagangan kedua negara pada sepanjang tahun 2025 sukses membukukan angka sebesar 23,16 miliar dolar AS, dengan kontribusi volume ekspor Indonesia senilai 18,32 miliar dolar AS serta nilai impor sebesar 4,84 miliar dolar AS.

Kendati demikian, kinerja ekspor komoditas produk industri pengolahan nonmigas asal Indonesia ke pasar India sempat mencatatkan koreksi penurunan dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Situasi ini lantas menjadi salah satu fokus materi perbincangan kedua negara guna menggenjot perluasan akses penetrasi pasar produk manufaktur nasional Indonesia.

Sesi pertemuan bilateral ini dihelat pada momentum yang bertepatan dengan resminya status Indonesia sebagai negara anggota penuh blok ekonomi BRICS, sehingga merintis jalan bagi terbukanya ruang kerja sama industri yang jauh lebih luas bersama negara-negara anggota lainnya, termasuk India.

Di dalam forum perundingan tersebut, pihak Pemerintah India memberikan sambutan positif atas usulan tawaran kerja sama riil yang diajukan oleh delegasi Indonesia pada sektor-sektor prioritas strategis, terkhusus pengembangan inisiatif industri hijau, komponen semikonduktor, serta sektor industri agro.

Pemerintah India turut menyampaikan perhatian khusus perihal kebijakan pembatasan kuota impor yang diberlakukan terhadap beberapa jenis produk asal mereka ke Indonesia. Topik permasalahan tersebut nantinya bakal diteruskan oleh pihak Indonesia kepada jajaran kementerian terkait agar segera memperoleh tindak lanjut penanganan.

Lebih lanjut, Indonesia turut mengajak pihak India untuk memperluas cakupan kolaborasi pada sektor industri semikonduktor yang memegang fungsi fundamental sebagai fondasi penopang beragam bidang prioritas, mulai dari industri elektronika, sektor otomotif, jaringan telekomunikasi, sektor energi, hingga akselerasi transformasi digital.

Khusus untuk ranah transformasi industri digital, fokus pengembangannya diarahkan melalui implementasi otomatisasi proses, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), penerapan konsep smart manufacturing, serta pembangunan infrastruktur data center yang diyakini mampu mendongkrak tingkat produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Sebagai informasi, daftar negara-negara yang tergabung sebagai anggota organisasi BRICS saat ini meliputi Brasil, Rusia, India, China (Tiongkok), Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index