Gempa NTT Capai 7.259 Kali, Presiden Prabowo Tinjau Lokasi

Gempa NTT Capai 7.259 Kali, Presiden Prabowo Tinjau Lokasi
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat aktivitas gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menembus angka 7.259 kali sejak gempa pertama kali melanda pada 15 Agustus 2026.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa data tersebut merupakan rekapitulasi hingga Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Adapun gelombang gempa susulan masih terus berlangsung hingga hari ke-12 masa penanganan darurat bencana.

“Untuk gempanya 7.259 kali, Bapak Presiden. Kemarin sampai jam 5 sore itu masih terjadi gempanya 7.259 kali,” kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan paparan Suharyanto, dari ribuan aktivitas gempa tersebut, sebanyak 143 kejadian gempa susulan tercatat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. 

Sementara itu, pada hari sebelumnya hanya ada satu gempa yang dirasakan warga. Kendati aktivitas seismik masih tinggi, Suharyanto memastikan bahwa tidak ada lagi gempa susulan dengan kekuatan yang melebihi magnitudo (M) 7,7.

“Gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa,” ujarnya.

Rangkaian gempa bumi ini berdampak luas pada tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, serta Sikka. 

Suharyanto menjelaskan bahwa membludaknya jumlah pengungsi tidak sepenuhnya dipicu oleh kerusakan fisik bangunan akibat gempa, melainkan karena sebagian besar warga merasa cemas akibat frekuensi gempa susulan yang masih tinggi. 

Di samping itu, pihak BNPB juga dihadapkan pada maraknya penyebaran informasi bohong di media sosial ihwal potensi gempa susulan berkekuatan lebih besar hingga ancaman tsunami. Pemerintah lantas menggencarkan edukasi guna meluruskan disinformasi tersebut di tengah publik.

“Jumlah pengungsi yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak, mereka ketakutan dan juga ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar, bahkan ada tsunami,” jelas Suharyanto.

Di sisi lain, BNPB mencatat kerusakan signifikan pada sejumlah infrastruktur serta fasilitas umum. Bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan sementara mencapai 81.436 unit, sementara fasilitas umum yang terdampak tercatat sebanyak 1.951 unit. 

Wilayah yang mengalami kerusakan paling parah terkonsentrasi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, disusul Kabupaten Nagekeo sebagai daerah dengan tingkat kerusakan terbesar ketiga.

Sebagai langkah responsif, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung kawasan terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026). Kunjungan ini diagendakan untuk memantau langsung situasi warga di lapangan serta memastikan proses penanganan bencana berjalan optimal.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengutarakan bahwa lawatan Prabowo ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh kebutuhan mendesak masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik di lokasi bencana.

"Presiden akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Prasetyo menambahkan, sejak awal Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar penanganan tanggap darurat serta distribusi bantuan logistik dijalankan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh titik terdampak di Pulau Flores, NTT.

Sebagai bagian dari rangkaian penanggulangan tersebut, Sekretariat Presiden telah menyalurkan berbagai bantuan logistik serta perlengkapan sejak rentang waktu 15 hingga 24 Agustus 2026. 

Bantuan yang telah didistribusikan mencakup 204,22 ton paket sembako, 27,71 ton makanan siap saji, serta 10,29 ton air mineral. Di samping itu, pemerintah pusat turut mengirimkan pasokan obat-obatan, tenda pengungsian, selimut, matras, perangkat komunikasi darurat, hingga dua unit fasilitas rumah sakit lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index