PDIP Siap Jatuhkan Sanksi ke Kadernya yang Jadi Tersangka Intimidasi Dokter Icha

PDIP Siap Jatuhkan Sanksi ke Kadernya yang Jadi Tersangka Intimidasi Dokter Icha

EDUKASIEKONOMI.COM — Kasus kematian Dokter Icha di Nusa Tenggara Timur terus bergulir. Polda NTT kini resmi menetapkan tiga anggota DPRD TTU sebagai tersangka, salah satunya adalah Veronika Lake, kader PDIP yang menjabat Sekretaris Komisi III. Dua tersangka lainnya berasal dari Partai Golkar dan PKB, yaitu Therenzius Lazakar dan Norbertus Tubani.

Penetapan status tersangka ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan dugaan intimidasi yang dialami dokter muda tersebut sebelum meninggal dunia.

Langkah Cepat DPP PDIP

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan partainya sudah bergerak sejak awal. Proses klarifikasi internal terhadap Veronika Lake telah dijalankan oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun.

"Bapak Komarudin Watubun sudah memanggil yang bersangkutan dan sudah dilakukan klarifikasi dan usulan pembebas-tugasan dari daerah sudah dilakukan," ujar Hasto di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Hasto menambahkan, keputusan final mengenai sanksi organisasi akan menunggu laporan dari Komarudin Watubun. Namun, ia menegaskan sikap partainya sudah bulat.

"Partai tidak mentolerir terhadap berbagai bentuk intimidasi, tindak kekerasan karena PDI Perjuangan adalah partai demokrasi yang segala sesuatunya dilakukan dalam koridor etika politik, moral yang baik, dan juga hukum," tegasnya.

Kronologi Kasus yang Menjerat Anggota DPRD

Peristiwa ini bermula dari dugaan tekanan yang dialami dr. Eliza saat bertugas. Tekanan tersebut diduga kuat berasal dari sejumlah anggota DPRD setempat dan menjadi pemicu meninggalnya dokter yang akrab disapa Dokter Icha tersebut.

Polda NTT kemudian melakukan penyelidikan mendalam dan menemukan cukup bukti untuk menetapkan ketiga legislator tersebut sebagai tersangka. Ketiganya diduga terlibat dalam aksi intimidasi terhadap korban.

Dari tiga tersangka, dua di antaranya berasal dari partai berbeda, menunjukkan kasus ini tidak hanya menyangkut satu kader partai saja. Proses hukum kini berjalan paralel dengan proses etik di internal partai masing-masing.

Prinsip Kemanusiaan dan Supremasi Hukum

Hasto menegaskan bahwa PDIP menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan supremasi hukum. Sikap tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen partai untuk tidak melindungi kadernya yang bermasalah.

Menurutnya, PDIP sebagai partai demokrasi selalu mengedepankan etika politik dan moral yang baik dalam setiap tindakan kadernya. Pelanggaran terhadap prinsip tersebut akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap ketiga tersangka masih berjalan di kepolisian. Sementara itu, PDIP masih menunggu rekomendasi sanksi dari bidang kehormatan partai untuk menentukan nasib Veronika Lake sebagai kader.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index