Akuisisi Anak Usaha PTRO, Laba SINI Tembus Rp679,7 Miliar

Akuisisi Anak Usaha PTRO, Laba SINI Tembus Rp679,7 Miliar
PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, mencatatkan lonjakan laba yang signifikan pada semester I/2026. Keuntungan tersebut ditopang oleh masuknya laba dari aksi korporasi berupa akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), yang sebelumnya merupakan entitas anak usaha PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, SINI membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp679,70 miliar pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut berbalik drastis dari posisi rugi sebesar Rp26,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Lonjakan laba terutama berasal dari pos laba dari akuisisi dengan diskon (gain from bargain purchase) sebesar Rp662,72 miliar. Pos tersebut sebelumnya tidak tercatat pada semester I/2025," mengutip laporan keuangan SINI pada Jumat (28/8/2026).

Dari sisi operasional, kinerja perseroan juga mengalami pertumbuhan positif. Pendapatan SINI melonjak menjadi Rp537,85 miliar pada semester I/2026, naik signifikan dibandingkan perolehan Rp217,41 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan pendapatan ini turut diikuti oleh peningkatan beban pokok pendapatan yang menjadi Rp394,44 miliar dari sebelumnya Rp169,63 miliar, sehingga menghasilkan laba bruto sebesar Rp143,41 miliar.

Aksi korporasi akuisisi KMS ini resmi dilakukan melalui penandatanganan Akta No. 168 pada 31 Juli 2026, di mana perseroan mengambil alih 99,99% kepemilikan saham KMS atau sebanyak 507.380.875 saham dengan total nilai perolehan mencapai Rp1,73 triliun. 

KMS sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas holding, konsultasi manajemen, pertambangan batu bara, serta pengangkutan dan pergudangan yang mulai beroperasi secara komersial pada 2023.

Dalam transaksi tersebut, nilai wajar aset neto KMS tercatat berada di kisaran Rp2,39 triliun, lebih tinggi dari harga perolehannya. Selisih positif ini kemudian diakui sebagai keuntungan dari akuisisi dengan diskon sebesar Rp662,72 miliar. 

Sementara itu, dari sisi struktur permodalan, BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa ekuitas konsolidasi SINI masih mengalami defisit sebesar Rp53,24 miliar akibat total liabilitas yang mencapai sekitar Rp5,47 triliun, lebih besar daripada total aset yang bernilai sekitar Rp4,05 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index