Strategi Industri Properti Bertahan di Tengah Dinamika Pasar

Strategi Industri Properti Bertahan di Tengah Dinamika Pasar
Industri properti domestik masih menemui kendala masif di tengah tingkat ketidakpastian yang tergolong tinggi. (Foto: NET)

JAKARTA - Industri properti domestik masih menemui kendala masif di tengah tingkat ketidakpastian yang tergolong tinggi. Walau demikian, kalangan pengamat memandang para pemain di sektor properti tetap mempunyai peluang untuk bertahan di tengah gejolak pasar. Syarat utamanya adalah memiliki daya penyesuaian diri serta inovasi yang baik.

Berbagai hambatan sektor tersebut tecermin dari pencapaian penjualan properti yang terpantau masih lambat. Laporan Bank Indonesia mengindikasikan bahwa transaksi hunian residensial pasar primer periode triwulan II 2026 masih mengalami kontraksi sebesar 2,36% secara tahunan. 

Meskipun demikian, angka penurunan tersebut sudah melandai jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang anjlok hingga 25,67%.

CEO Properti Indonesia Group, Andhika Fajri, menggarisbawahi bahwa ketahanan serta kecakapan menyesuaikan diri menjadi faktor penentu bagi kalangan pelaku bisnis properti di tengah fluktuasi pasar. 

“Tren suku bunga, kondisi ekonomi global, dan perubahan perilaku konsumen menjadi tantangan yang menguji kualitas serta ketahanan pelaku usaha,” kata dia dalam keterangannya dikutip Sabtu (29/8/2026).

Guna memberikan apresiasi kepada para penggiat sektor properti yang sanggup bertahan di tengah dinamika pasar, ajang Properti Indonesia Award 2026 menganugerahkan penghargaan kepada 27 instansi dan figur yang berasal dari bidang pembiayaan, perbankan, properti, kawasan hunian, mal, kawasan industri, hingga aspek kepemimpinan.

Kompetisi ini memberikan penghargaan kepada berbagai karya serta tokoh inspiratif melalui tiga kelompok utama, yakni Property Supporting Business, Property Development, serta Special Award. 

Sejumlah pihak yang menerima penghargaan meliputi KPR BTN, KPR BCA, BRI KPR, KPR BSI Griya, ERA Indonesia, beserta korporasi pengembang seperti Summarecon, Ciputra Development, Pakuwon, dan Jababeka.

Penghargaan serupa turut diserahkan kepada sejumlah tokoh penting, di antaranya Alexander Tedja sebagai Figure of The Year, Adrianto P. Adhi selaku The Inspiring Business Leader, Aris Hartanto sebagai The Inspiring Leader in Mortgage Business, serta Pramono Anung Wibowo selaku The Inspiring Leader in Public Policy for Real Estate Development.

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, menyatakan bahwa proses penilaian Properti Indonesia Award 2026 dijalankan secara objektif dengan bertumpu pada data kualitatif serta kuantitatif. Evaluasi tersebut meliputi portofolio proyek, pencapaian bisnis, konsep pembangunan, aspek keberlanjutan, hingga dampak yang dihasilkan.

Ia menyebutkan bahwa penerapan teknologi pintar, konektivitas Transit-Oriented Development (TOD), integrasi wellness hub, serta prinsip pembangunan berkesinambungan dalam menjawab kebutuhan pasar menjadi parameter utama penilaian. 

“Ajang ini diharapkan dapat mendorong investasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menjadi tolok ukur pembangunan properti berkelanjutan,” ujar Hendra.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjadi salah satu entitas peraih penghargaan yang mencatatkan performa gemilang sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026. 

Lembaga perbankan fokus pembiayaan perumahan ini membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp 2,51 triliun per Juli, yang melesat 39,79% secara tahunan. Perolehan tersebut didorong oleh peningkatan ekspansi kredit, kenaikan pendapatan bunga bersih, serta perbaikan mutu aset.

Menjelang akhir Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN menyentuh angka Rp 421,66 triliun atau mencatatkan pertumbuhan 11,88% secara tahunan. Perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sampai 13,5% menjadi Rp 455,27 triliun.

Dari sisi finansial, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) BTN meningkat 5,23% secara tahunan hingga mencapai Rp 9,70 triliun. Di sisi lain, beban bunga berhasil ditekan turun 12,08% menjadi Rp 9,45 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengutarakan bahwa kenaikan kinerja tersebut merupakan wujud nyata dari transformasi bisnis yang dirintis perusahaan selama lebih dari sepuluh tahun. 

Saat ini, BTN tidak hanya memperkokoh kedudukannya sebagai spesialis perumahan, tetapi juga memperluas ekspansi bisnis menuju fase Beyond Mortgage lewat ekosistem layanan finansial yang semakin terpadu.

“Pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu (29/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index