JAKARTA — Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas menyatakan bahwa skuad asuhannya masih memerlukan penyerang tambahan dan tidak dapat hanya bergantung pada Anastasios Douvikas dalam menghadapi tiga ajang kompetisi.
Keberhasilan Como 1907 menaklukkan tuan rumah Napoli dengan skor 2-1 terjadi pada pekan kedua Liga Italia musim 2026-2027 di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu (30/8/2026).
Sepasang gol kemenangan Como 1907 disumbangkan oleh Martin Baturina pada menit ke-17 serta Anastasios Douvikas pada menit ke-34, sementara Napoli sempat membalas lewat gol Rasmus Hojlund pada menit ke-30.
Menilai penampilan Il Lariani dalam pertandingan tersebut, pelatih Cesc Fabregas mengungkapkan bahwa timnya masih memerlukan penyerang baru.
Pada musim lalu, Como 1907 sering mengandalkan Anastasios Douvikas sebagai penyerang utama dengan dukungan penyerang senior Alvaro Morata sebagai pemain pelapis. Akan tetapi, Alvaro Morata kini telah dipinjamkan menuju klub Divisi Segunda Liga Spanyol, Leganes, sehingga Como 1907 kehilangan alternatif lain di lini depan.
Belakangan ini, penyerang Timnas Italia yaitu Moise Kean dikabarkan masuk ke dalam daftar incaran Como 1907 guna didatangkan pada bursa transfer musim panas 2026 dan proses pembicaraannya sedang berlangsung.
Berdasarkan laporan dari Football Italia, pelatih Cesc Fabregas menegaskan bahwa timnya tetap membutuhkan penyerang baru. Situasi tersebut mesti ditempuh lantaran Como 1907 akan berlaga di tiga kompetisi sekaligus, yaitu Liga Italia, Coppa Italia, serta Liga Champions.
“Tentu saja, saya mengharapkan seorang penyerang. Douvikas tidak mungkin bermain di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions,” ungkap Fabregas.
“Kami sempat kesulitan dengan kondisi Morata musim lalu karena dia absen akibat cedera selama tiga bulan. Anda ingat kami sering bermain dengan skema false nine; bermain setiap tiga hari sekali di level ini bukanlah hal yang mudah,” tambahnya.
Selain menyoroti posisi penyerang tengah, Cesc Fabregas turut memberikan perhatian pada performa lini tengah seiring kehadiran gelandang asal Spanyol, Luis Milla.
Menurut mantan gelandang Arsenal tersebut, putra dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla memberikan dimensi permainan yang berbeda dan sudah saatnya sang pemain tampil di Liga Champions.
"Milla adalah pemain yang sangat kurang diperhatikan di Spanyol, namun itu hal yang wajar. Ada begitu banyak pemain hebat sehingga terkadang kami cenderung melupakan pemain lain yang bukan Pedri atau Rodri," ujar Fabregas.
"Saya sudah lama memantau perkembangannya. Kariernya terus menanjak secara konsisten, dan kini saatnya baginya untuk bermain di Liga Champions."
"Anda tahu kami berusaha mendatangkan pemain-pemain muda ke sini, tetapi saya turut senang untuknya dan banyak pemain lainnya," imbuhnya.