JAKARTA — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memperkokoh lini bisnis sektor air melalui entitas anaknya, PT Krakatau Tirta Industri (KTI), lewat pengoperasian New Water Treatment Plant (WTP) Krenceng II bersama Command Center.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyatakan bahwa keberadaan New WTP Krenceng II diantisipasi mampu meningkatkan kapabilitas KTI dalam menghadirkan pasokan air yang andal guna memenuhi keperluan sektor industri serta warga di wilayah Cilegon dan sekitarnya.
“New WTP Krenceng II diharapkan dapat memperkuat kemampuan KTI dalam menyediakan suplai air yang andal untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat di Cilegon dan sekitarnya. Sinergi Krakatau Steel Group dapat menghasilkan proyek yang memberikan manfaat langsung bagi penguatan operasional dan bisnis,” ujar Akbar dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).
Kedua sarana tersebut resmi diluncurkan pada 29 Agustus 2026. Pengembangan New WTP Krenceng II serta Command Center merupakan elemen dari langkah transformasi KTI guna mengoptimalkan infrastruktur, menaikkan efisiensi, serta menunjang proses pengambilan keputusan yang bertumpu pada data.
New WTP Krenceng II memiliki daya tampung pengolahan air mencapai 600 liter per detik (lps). Sarana ini didirikan guna memperkokoh keandalan distribusi air bagi kepentingan industri serta masyarakat di Cilegon beserta kawasan sekitarnya.
Dalam proses pembangunan fasilitas tersebut, KTI memanfaatkan produk hilirisasi baja buatan Krakatau Steel dengan jumlah keseluruhan mencapai sekira 1.750 ton. Pengaplikasian produk baja nasional tersebut selaras dengan komitmen menggiatkan hilirisasi industri baja domestik sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan produk dalam negeri.
Sementara itu, Command Center berperan sebagai sentral data, pengawasan, serta kendali operasional KTI yang menyajikan data secara langsung (real time) dari beragam instalasi perusahaan. Fasilitas ini mencakup Rumah Pompa Cipasauran, WTP Cidanau, WTP Krenceng hingga Plant DDW Sumbawa.
Sarana tersebut dirancang guna mendongkrak visibilitas operasional, mempercepat penanganan situasi di lapangan, serta mengoptimalkan proses pengambilan keputusan secara lebih sigap dan akurat. Kehadirannya pun menjadi bagian dari transformasi digital Krakatau Steel Group dalam mewujudkan operational excellence serta efisiensi.
Direktur Utama KTI Dendin Hermawan mengemukakan bahwa kedua fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memperkokoh infrastruktur penunjang sektor industri sekaligus mendongkrak tingkat kompetitif KTI.
“Kami berharap kehadiran New WTP Krenceng II dan Command Center ini dapat memperkuat infrastruktur supporting system industri tanah air serta memperkuat daya saing, baik secara nasional, regional, maupun global. Kedua fasilitas ini juga diharapkan mendukung arah pengembangan KTI ke depan,” ujar Dendin.
Ke depan, KTI diproyeksikan terus mempertajam fungsinya sebagai strategic enabler bagi Krakatau Steel Group, tidak sekadar bertindak sebagai penyedia air, melainkan pula sebagai komponen krusial dari ekosistem industri yang menopang reliability, sustainability, serta ekspansi bisnis kelompok usaha tersebut.