EDUKASIEKONOMI.COM — Hamzah Wildan Muharam, Tim Leader PLTA Bengkok, menyebut pihaknya menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah operasional yang berdiri sejak 1923 tersebut. Air yang dimanfaatkan dari Sungai Cikapundung untuk pembangkitan listrik terlebih dahulu dibersihkan dari sampah.
"Nanti sampah yang diambil kami distribusikan ke TPS-TPS setempat," ujar Hamzah kepada para peserta KELANA.
Selain pengelolaan sampah di daerah aliran sungai, PLTA Bengkok juga menjalankan penanaman pohon secara berkala sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan.
Bagi para pelajar, kunjungan ke instalasi pembangkit listrik berusia lebih dari satu abad ini menjawab pertanyaan yang sebelumnya hanya ada di buku teks. Najwa Aisyah Raihanah, perwakilan SMAN 2 Purworejo, mengaku sempat kesulitan membayangkan proses perubahan air menjadi listrik yang sampai ke rumah warga.
"Akhirnya dari banyaknya pertanyaan itu sudah terjawab di sini," kata Najwa tentang pengalaman melihat langsung turbin dan generator PLTA.
Menambah Wawasan dan Portofolio Pelajar
Hamzah menilai penyelenggaraan KELANA merupakan langkah visioner kementerian untuk memperluas wawasan ekologis peserta didik. Ia menambahkan, pengalaman ini bisa menjadi tambahan portofolio bagi para siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
"Program yang bagus dari KLH, karena dapat menambah wawasan teman-teman kita semua, terutama ini masih di jenjang SMA," jelas Hamzah.
Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri, turut mendampingi rombongan pelajar yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara. Ia menyebut beberapa peserta baru pertama kali mengunjungi daerah di luar kampung halamannya.
"Kami juga bisa melihat alat-alat yang sebenarnya kita lihatnya di textbook, tapi sekarang kita lihat turbinnya langsung, generatornya langsung," ungkap Victoria.
Mencetak Agen Perubahan di Tengah Transisi Energi
Program KELANA Episode 4 kali ini menyasar pelajar tingkat sekolah menengah atas sebagai generasi yang kelak mengawal pembangunan berkelanjutan. KLH/BPLH menggandeng PLN Indonesia Power dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kementerian berharap para pelajar mampu memahami pentingnya konservasi air dan transisi energi, kemudian bertumbuh menjadi agen perubahan untuk masa depan Indonesia yang hijau. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di tengah peringatan Hari Danau Dunia 2026 yang mengangkat isu pelestarian sumber daya air nasional.