JAKARTA — Emiten Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) mengincar potensi ekspansi bisnis dari perkembangan Fixed Wireless Access (FWA) serta optimalisasi spektrum baru yang dilakukan oleh operator telekomunikasi.
Direktur Sarana Menara Nusantara Hartono Tanuwidjaja menyampaikan bahwa baik ekspansi FWA maupun pemanfaatan spektrum anyar diproyeksikan mampu mendongkrak permintaan terhadap menara serta jaringan kabel optik.
Kedua sektor tersebut menjadi pilar utama bisnis TOWR sekaligus motor penggerak pertumbuhan pendapatan perusahaan.
“TOWR memiliki kemampuan untuk membiayai ekspansi infrastruktur yang dibutuhkan, didukung oleh neraca keuangan yang solid, profitabilitas dan arus kas yang sehat,” ujar Hartono, Selasa (8/9/2026).
Hartono menambahkan, perseroan memiliki rekam jejak konsisten dalam mengeksekusi proyek pembangunan dan perluasan jaringan secara masif di berbagai wilayah Indonesia, serta menjalin kemitraan jangka panjang yang erat bersama para operator telekomunikasi.
Lebih lanjut, TOWR didukung oleh ekosistem bisnis serta portofolio aset yang terintegrasi secara sinergis. Saat ini, perusahaan mengelola sekitar 36.892 menara telekomunikasi dan jaringan kabel optik sepanjang kurang lebih 182.559 kilometer.
Infrastruktur pendukung lainnya meliputi VSAT serta sistem kabel bawah laut. Seluruh fasilitas ini dimanfaatkan untuk menyediakan layanan penyewaan menara yang mencakup 61.038 tenant dengan rasio penyewaan (tenancy ratio) sebesar 1,65 kali.
Selain itu, TOWR menyediakan layanan Fiber-to-the-Tower, Fiber-to-the-Home dengan cakupan sekitar 1,86 juta homepass, serta layanan solusi konektivitas yang mencatat 28.153 aktivasi di hampir seluruh wilayah nusantara.
CEO Sarana Menara Nusantara Group Aming Santoso menegaskan bahwa performa bisnis TOWR sepanjang paruh pertama 2026 membuktikan ketahanan model bisnis perusahaan yang bertumpu pada aset terpadu serta sinergi yang kuat.
“Kami selalu berupaya untuk memaksimalkan nilai dari portofolio infrastruktur TOWR melalui peningkatan pemanfaatan aset dan keunggulan operasional serta tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan modal sehingga dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.