Alva dan Gesits Jadi Motor Listrik Nasional Pertama, Ini 4 Syarat yang Wajib Dipenuhi

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:30:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Program Molinas yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (Alva), Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Kamis (13/8) menargetkan kapasitas produksi 100 ribu unit per tahun. Namun skema pembiayaan untuk menekan harga jual Alva dan Gesits—dua merek yang masuk program—masih dirampungkan sebelum resmi dilepas ke pasar.

Empat Syarat yang Tidak Bisa Ditawar

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, menegaskan bahwa syarat Molinas bersifat kumulatif, bukan pilihan. Motor listrik harus memenuhi seluruh ketentuan sekaligus untuk bisa mengusung label tersebut.

  • Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen, mencakup powertrain, frame atau struktur, serta plastik dan body panel
  • Desain dan rekayasa dikembangkan di dalam negeri
  • Menggunakan baterai berbasis nikel untuk mendukung hilirisasi nasional
  • Harga terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik

Fokus program ini bukan sekadar menjual unit, melainkan membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok dalam negeri.

Proyeksi Permintaan 1,5 Juta Unit pada 2028

Atong memperkirakan total permintaan motor listrik akan melompat signifikan dalam dua tahun ke depan. Angka 1,5 juta unit pada 2028 jauh melampaui rencana kapasitas produksi Molinas yang hanya 100 ribu unit per tahun.

Dari sisi fiskal, program ini diproyeksikan menghemat subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun sepanjang 2027 hingga 2037, dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada 2037. Ekosistem pendukungnya diperkirakan memberi nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026 sampai 2031.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru

Substitusi impor minyak senilai Rp45 triliun disebut bakal menguatkan neraca perdagangan nasional. Program Molinas juga diproyeksikan menyerap sekitar 215 ribu tenaga kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya.

Artinya, program ini dirancang sebagai penggerak industri hulu-hilir, bukan sekadar kebijakan konversi kendaraan. Seluruh rantai nilai—dari tambang nikel, produksi baterai, hingga perakitan—diharapkan berputar di dalam negeri.

Alva dan Gesits: Dua Nama yang Leb terdepan

Hingga saat ini, Alva dan Gesits menjadi satu-satunya merek yang masuk program Molinas. Keduanya masih dalam tahap penyempurnaan skema pembiayaan agar harga jualnya kompetitif di pasar domestik.

Atong menyebut target permintaan 1,5 juta unit pada 2028 sebagai peluang besar bagi produsen lokal. Namun dengan kapasitas produksi Molinas yang baru 100 ribu unit per tahun, celah antara permintaan dan pasokan masih sangat lebar—dan itu bisa menjadi ruang bagi pemain lain untuk masuk, asalkan memenuhi empat syarat yang sudah ditetapkan.

Terkini