Menperin: RI Punya Modal Kuat Bangun Industri EV Secara Utuh

Kamis, 03 September 2026 | 23:34:01 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia mempunyai fondasi yang tangguh guna mengembangkan sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) secara menyeluruh mulai sektor hulu sampai hilir.

Berdasarkan pandangannya, potensi tersebut wajib diperkuat lewat penanaman modal yang bukan hanya berpusat pada pembuatan kendaraan, melainkan turut terhubung dengan seluruh rantai pasokan dunia usaha dalam negeri.

"Indonesia memiliki modal yang kuat untuk membangun mata rantai industri kendaraan listrik secara utuh dari hulu hingga hilir, mulai dari industri pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, manufaktur kendaraan listrik, pengembangan pasar domestik, hingga industri daur ulang baterai," ujar Agus ketika meresmikan pabrik produksi BYD di Subang, Jawa Barat, hari Kamis.

Pemerintah menaruh harapan agar penanaman modal BYD di tanah air terus meluas agar menjadi komponen vital di dalam ekosistem sektor kendaraan listrik nasional yang kian terintegrasi.

Menurut pandangannya, langkah BYD mendirikan pabrik di wilayah Jawa Barat merupakan keputusan tepat mengingat daerah tersebut tercatat sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di Nusantara.

Tambahan pula, ia berpendapat bahwa peresmian pabrik pembuatan BYD tersebut terjadi di tengah tren kenaikan yang baik pada pasar kendaraan listrik nasional. 

Terhitung sampai bulan April 2026, jumlah kendaraan listrik di dalam negeri telah menembus angka 468.231 unit, yang mencakup 242.909 unit kendaraan roda dua serta 223.100 unit kendaraan roda empat.

Perkembangan tersebut turut terlihat pada angka penjualan kendaraan roda empat nasional. Sepanjang semester pertama 2026, angka penjualan kendaraan jenis Battery Electric Vehicle (BEV) menyentuh 70.095 unit dengan penguasaan pasar sebesar 16,06 persen, sementara kendaraan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencatatkan angka penjualan 40.405 unit atau menguasai pangsa pasar 9,26 persen.

Di samping itu, dalam kurun waktu yang tergolong singkat, BYD juga memperlihatkan kemajuan pesat di pasaran Indonesia. Merujuk pada data GAIKINDO, terhitung dari tahun 2024 sampai semester pertama 2026, korporasi tersebut sukses mencatatkan angka penjualan sebanyak 93.869 unit kendaraan.

Berbagai produk keluaran BYD yang dipasarkan di Indonesia pun telah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di kisaran 40,8 persen sampai 47 persen.

Pencapaian tersebut menempatkan BYD sebagai penguasa utama pasar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat di Indonesia dengan perolehan pangsa pasar menyentuh 43,2 persen.

Kendati demikian, pihak Pemerintah menekankan bahwa pencapaian di pasar lokal mesti dibarengi dengan penguatan fondasi manufaktur di dalam negeri.

Terkini