Cek Fakta: Narasi Perbatasan RI-Malaysia Ditutup karena Pilot Selundupkan Narkoba Tidak Benar

Rabu, 16 September 2026 | 19:45:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Otoritas Malaysia menyatakan menghormati proses hukum Indonesia terhadap kopilot berinisial MSO yang ditangkap membawa 70.144 butir ekstasi ke Tanah Air. Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Malaysia yang menyebut perbatasan kedua negara ditutup akibat kasus tersebut.

Kantor berita ANTARA menelusuri klaim yang beredar melalui unggahan video di YouTube. Video itu menarasikan Perdana Menteri Malaysia meminta maaf karena seorang pilot asal Malaysia sengaja menyelundupkan narkoba ke Indonesia, dan menyebut perbatasan kedua negara resmi ditutup.

Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak berdasar. Pemerintah Malaysia justru menegaskan menghormati proses hukum yang berjalan di Indonesia terhadap MSO, kopilot yang ditangkap atas dugaan penyelundupan narkoba.

Kasus MSO dan Barang Bukti 26 Kilogram

Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 70.144 butir ekstasi dengan berat sekitar 26 kilogram. Barang haram itu dibawa MSO dari Malaysia ke Indonesia.

Dalam aksinya, MSO memanfaatkan jalur khusus kru pesawat yang berbeda dari jalur penumpang umum. Kasus ini kini memasuki tahap penyidikan, dan tersangka ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

MSO disangkakan melanggar Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Investigasi Otoritas Malaysia di KLIA

Otoritas Malaysia melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus kopilot berinisial MSO. Pihaknya menegaskan tidak akan berkompromi apabila ada petugas yang terbukti membantu MSO melewati Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dengan membawa narkoba.

Pernyataan itu merespons dugaan keterlibatan oknum petugas dalam pelolosan MSO di bandara internasional Malaysia tersebut. Pemerintah Malaysia menyatakan menghormati langkah hukum yang dilakukan Indonesia.

Tidak Ada Pernyataan Resmi soal Penutupan Perbatasan

ANTARA tidak menemukan pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia yang menyebut perbatasan Indonesia-Malaysia akan ditutup akibat kasus ini. Penanganan kasus dilakukan lewat proses hukum terhadap tersangka dan investigasi oleh pihak berwenang di kedua negara.

Narasi video yang menyebut Perdana Menteri Malaysia meminta maaf dan perbatasan ditutup karena tindakan pilot tersebut tidak didukung fakta. Judul video yang beredar berbunyi "PERBATASAN RI-MALAYSIA RESMI DITUTUP! PILOT MALAYSIA DITAHAN INDONESIA! PM MALAYSIA MALU 7 TURUNAN!"

Klaim semacam ini masuk kategori hoaks. Sebelumnya, ANTARA juga pernah membantah klaim serupa, seperti isu Indonesia mengambil alih Sabah dan Sarawak, serta narasi Prabowo menyegel Selat Malaka yang memicu kemarahan Malaysia.

Verifikasi Sebelum Membagikan

Pembaca disarankan memeriksa sumber resmi sebelum menyebarkan informasi bertema hubungan bilateral. Kasus MSO adalah persoalan penegakan hukum narkotika, bukan pemicu penutupan lintas batas antarnegara.

Status hukum MSO belum berkekuatan hukum tetap. Proses penyidikan masih berjalan, dan tersangka masih menjalani penahanan di Bareskrim Polri.

Terkini