Indeks Bisnis UMKM Q2-2026 di 102,1, Ekspansi Melambat tapi Optimisme Terjaga

Kamis, 17 September 2026 | 11:41:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Indeks Bisnis UMKM kuartal II 2026 tercatat 102,1, masih di atas ambang 100 yang menandakan fase ekspansif. Meski begitu, laju ekspansi melambat dibanding kuartal I akibat normalisasi permintaan pasca-HBKN dan pelemahan daya beli. Pelaku UMKM tetap optimistis, tercermin dari Indeks Ekspektasi Q3-2026 yang mencapai 120,2.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merilis hasil survei Indeks Bisnis UMKM untuk periode kuartal II 2026. Angka 102,1 menempatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah masih berada di zona ekspansi.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut beberapa faktor penopang, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang positif hingga penyaluran bantuan sosial yang agresif. Panen raya tanaman pangan dan harga produk pertanian yang baik turut memberi dorongan.

Pendorong Ekspansi Kuartal II 2026

Selain panen raya, bergulirnya proyek pemerintah dan swasta serta cuaca kondusif menjadi penopang utama. Kombinasi faktor musiman dan belanja pemerintah menjaga roda usaha tetap berputar.

Meski ekspansi berlanjut, laju perlambatan dibanding kuartal I 2026 tidak bisa diabaikan. Normalisasi permintaan pasca-HBKN, kenaikan harga barang input, dan biaya operasional yang membengkak menekan margin pelaku usaha.

Keterbatasan modal usaha dan persaingan yang semakin ketat menambah beban. Kondisi ini sejalan dengan moderasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.

Sektor Pertanian dan Pertambangan Pimpin Penguatan

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor UMKM masih mencatatkan indeks di atas 100. Pertanian, konstruksi, dan pertambangan mencatatkan penguatan paling menonjol.

Industri pengolahan dan jasa-jasa lainnya tetap ekspansif meski melambat. Tekanan datang dari normalisasi permintaan pasca-HBKN dan pelemahan daya beli masyarakat.

Proyeksi Kuartal III 2026: Ekspansi Lebih Moderat

Prospek bisnis UMKM pada kuartal III 2026 diperkirakan tetap ekspansif, namun dengan laju lebih moderat. Sektor pertambangan dan konstruksi diprediksi menjadi penopang seiring bertambahnya proyek yang bergulir.

Indeks Ekspektasi sentimen bisnis pelaku UMKM untuk kuartal III 2026 tercatat 120,2. Level ini jauh di atas 100, menandakan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi masih kuat.

Konstruksi mencatat kenaikan 7,4 poin menjadi 110,8, sedangkan pertambangan naik 1,6 poin menjadi 108,3. Peningkatan permintaan pasir, batu, dan galian untuk bangunan menjadi pendorong utama.

Kepercayaan ke Pemerintah Tetap di Atas 100

Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada kuartal II 2026 tercatat 107,4. Aspek memberikan rasa aman dan tenteram mendapat penilaian tertinggi dengan indeks 130,4.

Penyediaan dan perawatan infrastruktur menyusul dengan indeks 116,5. Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah tetap terjaga di tengah moderasi aktivitas ekonomi.

Risiko yang Perlu Dicermati

Hery menyebut pelemahan daya beli dan El Nino menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai, khususnya bagi sektor pertanian. Kedua faktor ini bisa menekan produksi dan pendapatan petani.

"Prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun lebih moderat, terutama ditopang oleh peningkatan proyek pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh," ujar Hery dikutip dari keterangan tertulis.

BRI menyatakan akan terus mencermati dinamika daya beli dan biaya usaha sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan UMKM. Pelaku usaha diharapkan mampu menangkap peluang pertumbuhan dari proyek yang bergulir.

Terkini