Prabowo Puji Amran Sulaiman, Swasembada Beras Dicapai dalam 1 Tahun

Kamis, 17 September 2026 | 12:43:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mampu mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, hanya dalam waktu satu tahun. Capaian itu jauh lebih cepat dari target awal empat tahun yang diberikan Prabowo. Pengakuan tersebut disampaikan langsung di hadapan jurnalis senior dan pakar dalam sebuah dialog di Hambalang.

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kehebatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pujian itu muncul dalam dialog bersama sejumlah jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).

Tayangan dialog tersebut disiarkan CNBC Indonesia pada Rabu (16/9/2026). Prabowo menyebut Amran sebagai sosok yang berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan, terutama beras, jauh lebih cepat dari perkiraan.

Target 4 Tahun Dipangkas Jadi 1 Tahun

Prabowo mengaku semula memberi waktu empat tahun kepada tim pertaniannya untuk mencapai swasembada pangan. Namun Amran mampu merealisasikannya hanya dalam setahun.

"Saya beri waktu tadinya swasembada pangan 4 tahun. Tapi terus terang aja saya harus mengakui saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, Amran bukanlah orang yang ia kenal sebelumnya. Amran juga tidak berasal dari Partai Gerindra yang menaungi Prabowo.

"Kebetulan saya tadinya enggak kenal dia. Dia bukan partai saya, saya benar-benar saya tidak kenal Pak Amran," ujarnya.

Meski demikian, gagasan dan kinerja Amran membuat Prabowo yakin. Dari empat tahun, target swasembada beras dipangkas menjadi hanya satu tahun.

Indonesia Dinilai Tak Lagi Bergantung Negara Lain

Dengan tercapainya swasembada beras, Prabowo menilai Indonesia relatif lebih aman menghadapi gejolak global. Ketergantungan pada pasokan pangan dari negara lain pun berkurang.

"Kita swasembada pangan berarti kita relatif aman menghadapi banyak masalah. Kita bayangkan kalau perang di Timur Tengah dan di mana-mana, kalau kita enggak swasembada pangan, bagaimana coba?" kata Prabowo.

Prabowo juga membandingkan harga beras di sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang. Ia menyebut harga beras di sana menjadi salah satu bukti pentingnya kemandirian pangan.

Menurutnya, keberhasilan ini membuat masyarakat menyambut dirinya dengan antusias di berbagai kesempatan. Prabowo menegaskan yang terpenting baginya adalah terus bekerja untuk rakyat.

Kritik untuk Pihak yang Tak Akui Prestasi Bangsa

Dalam dialog tersebut, Prabowo menyinggung pihak-pihak yang dianggap tidak mau mengakui prestasi bangsa. Ia menyebut ada pakar yang merasa paling pintar namun enggan mengakui capaian swasembada pangan.

"Ini ada pakar-pakar yang menganggap dirinya pinter apa, dia tidak mau mengakui prestasi bangsa. Padahal dia nikmati," tuturnya.

Swasembada beras menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Pencapaian ini menjadi modal penting di tengah ketidakpastian pangan global akibat konflik di berbagai kawasan.

Bagi Indonesia, kemandirian pangan berarti posisi tawar yang lebih kuat di pasar internasional. Ketika harga pangan dunia bergejolak, pasokan dalam negeri tidak lagi sepenuhnya bergantung pada impor.

Terkini