EDUKASIEKONOMI.COM — Triputra Group bersama Persada Capital Investama dan anak usahanya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp8 miliar bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan disalurkan bertahap lewat Mabes TNI, Polda NTT, Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus Arno (YPKAAR), dan Politeknik Christo Re Maumere. Penyaluran menyasar warga di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Barat yang terdampak gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Manajemen Triputra Group menyatakan bantuan diarahkan untuk meringankan beban warga yang masih berjuang pulih pascabencana. Perusahaan menegaskan komitmennya membantu masyarakat di wilayah terdampak tanpa memandang lokasi.
"Pada prinsipnya, kami ingin membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, di mana pun mereka berada. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan membantu proses pemulihan di NTT," ujar Manajemen Triputra Group dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Skala Kerusakan Gempa Flores
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada 15 Agustus 2026. Data rujukan penanganan bencana mencatat sekitar 225.000 jiwa terdampak di 14 kabupaten/kota.
Lebih dari 18.000 warga terpaksa mengungsi. Ribuan rumah dan fasilitas umum dilaporkan rusak akibat guncangan tersebut.
Jalur Penyaluran Bantuan
Bantuan TAP disalurkan melalui Mabes TNI di Halim serta Polda NTT lewat Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo. Sementara Triputra Group dan PCI menyalurkan bantuan langsung melalui YPKAAR dan Politeknik Christo Re Maumere.
Pada tahap awal, TAP menyalurkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Penyaluran dilakukan bertahap dengan melibatkan jaringan TNI dan Polri agar bantuan tepat sasaran.
Mengapa Melibatkan TNI dan Polri
Keterlibatan aparat keamanan memudahkan distribusi ke wilayah terpencil yang aksesnya terbatas pascagempa. Jaringan TNI dan Polri memastikan bantuan sampai ke titik pengungsian yang sulit dijangkau tim logistik swasta.
Pola penyaluran bertahap juga memberi ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan jenis bantuan dengan kebutuhan lapangan yang terus berubah.
Posisi TAP di Bursa
TAP merupakan emiten perkebunan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Aksi sosial korporasi seperti ini umumnya tidak berdampak langsung ke kinerja keuangan, namun menjadi bagian dari praktik tata kelola dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Bagi investor, alokasi dana sosial biasanya sudah masuk pos beban tanggung jawab sosial dalam laporan keuangan. Nilainya relatif kecil dibanding belanja modal dan operasional perusahaan.
Sejumlah emiten grup Triputra lain juga aktif menyalurkan bantuan bencana di berbagai daerah. Pola ini mengikuti kebijakan induk usaha yang menempatkan kegiatan filantropi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.