JAKARTA — Perum Bulog Cabang Sorong, Papua Barat Daya, mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar 5.000 kg setiap hari kepada 190 mitra yang tersebar di empat kabupaten wilayah kerjanya sepanjang 2026.
Kepala Bulog Cabang Sorong Sigit Baskoro di Sorong, Jumat, menuturkan bahwa pendistribusian tersebut dijalankan lewat pasar SP2KP serta outlet binaan Bulog, yaitu Rumah Pangan Kita (RPK).
"Per hari kami melakukan rebag sebanyak kurang lebih 50 ton untuk disalurkan kepada pasar SP2KP dan outlet-outlet binaan Bulog yaitu RPK," katanya.
Ia menerangkan bahwa setiap mitra diizinkan mengambil beras SPHP paling banyak empat ton dalam sekali pengambilan, yang besarannya diselaraskan dengan kebutuhan serta daya tampung stok pada masing-masing kios.
Berdasarkan keterangannya, sebanyak 190 mitra tersebut tersebar di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, serta Tambrauw. Di sisi lain, distribusi untuk Kabupaten Maybrat dan Sorong Selatan menjadi bagian dari wilayah kerja Bulog Cabang Teminabuan.
Sigit menyebutkan persediaan beras di gudang Bulog Sorong juga didatangkan dari berbagai daerah, seperti Jember dan Jakarta, yang kemudian dikemas ulang menjadi beras SPHP ukuran lima kilogram.
Kepala Gudang Bulog Cabang Sorong Jufriadi mengimbuhkan bahwa aktivitas pengemasan ulang atau rebagging dilangsungkan setiap hari dengan kapasitas berkisar 35 sampai 50 ton per hari.
"Minimal satu hari kami rebagging 35 sampai 50 ton. Jadi dari karung 50 kilogram kami kemas kembali ke karung SPHP," ujarnya.
Ia memaparkan bahwa rerata penyaluran beras SPHP mencapai 120 hingga 150 ton setiap pekan. Persediaan di dalam gudang terus dikemas dan disalurkan harian sehingga ketersediaannya senantiasa terjaga.
"Kami setiap hari penyaluran dan setiap hari stoknya kami rebag. Jadi kami tidak pernah kosong stok untuk SPHP," katanya.
Menyangkut harga, Bulog Sorong mematok beras SPHP senilai Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 untuk kemasan lima kilogram.