EDUKASIEKONOMI.COM — Pria yang dijuluki Warren Buffett Indonesia itu tercatat memiliki 196.833.600 lembar saham BEST berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1%. Sebelumnya, Lo telah memegang 7,43% saham pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD). BEST menjadi emiten properti kedua yang masuk dalam keranjang investasinya.
Portofolio saham Lo tidak hanya berkutat di properti. Ia juga memegang saham di berbagai sektor, mulai dari pembiayaan seperti PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), pakan ternak PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), hingga ritel Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). Daftar itu masih panjang, meliputi tambang batu bara ABM Investama, perkebunan London Sumatra, hingga produsen ban Gajah Tunggal.
Laba Melejit 303% dari Penjualan Tanah
Kinerja BEST pada paruh pertama tahun ini mengalami lonjakan signifikan. Pendapatan perseroan melesat 303,37% menjadi Rp 380,42 miliar, ditopang penjualan tanah senilai Rp 265,23 miliar. Aliran pendapatan lain berasal dari biaya pemeliharaan, service charge air, dan sewa sebesar Rp 94,33 miliar, serta hotel Rp 5,35 miliar.
Perbaikan ini mendorong laba per saham BEST naik ke Rp 14,96, berbanding balik dari catatan rugi Rp 6,07 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di bursa, harga saham BEST sempat terkoreksi 1,48% ke level Rp 133 per saham pada perdagangan intraday. Meski begitu, secara year-to-date saham emiten ini masih menguat 19,82%.
Profil Bisnis dan Rentetan Pemegang Saham Lainnya
BEST mengembangkan dan mengelola kawasan industri MM2100 di Bekasi, Jawa Barat. Kawasan seluas 2.500 hektare ini dihuni sekitar 400 tenant dari 18 negara. Perseroan menawarkan lahan industri, pabrik siap pakai (standard factory building), hingga ruang perkantoran sewa melalui BeFa Square.
Struktur kepemilikan saham BEST cukup ramai. PT Agro Manunggal Land Development memegang jatah terbesar dengan 48,13%, disusul Daiwa House Industry Co. Ltd asal Jepang sebanyak 10%. Nama lain yang turut hadir adalah PT IMC Pelita Logistik (PSSI) dengan 2,03%, Reksa Dana Sucorinvest Sharia Equity Fund 2,25%, dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia 1,40%.
Kehadiran Lo Kheng Hong sebagai pemegang saham kerap menjadi katalis positif bagi sentimen pasar. Keputusan investor legendaris ini masuk ke BEST menunjukkan keyakinannya terhadap prospek kawasan industri di tengah perlambatan sektor properti nasional, terutama didukung tren relokasi pabrik dan permintaan lahan industri yang masih tumbuh.