Investasi Jakarta Naik 162% ke Rp 270 Triliun, Prabowo Sebut Ekonomi Bangkit

Investasi Jakarta Naik 162% ke Rp 270 Triliun, Prabowo Sebut Ekonomi Bangkit

EDUKASIEKONOMI.COM — Investasi di Jakarta melesat 162% dari Rp 103 triliun pada 2021 menjadi Rp 270 triliun sepanjang 2025. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melaporkan capaian itu kepada Presiden Prabowo Subianto di sela peresmian LRT Jakarta di Stasiun Manggarai, Rabu (16/9/2026). Ekonomi Jakarta triwulan II-2026 tumbuh 5,52% dengan inflasi terjaga 2,5%.

Laporan itu disampaikan langsung di hadapan Prabowo dalam acara peresmian moda transportasi LRT Jakarta. Kepala negara menyambut positif angka tersebut.

Perusahaan Lesu Mulai Bangkit, Investasi Triwulan II Tembus Rp 173 Triliun

Prabowo mengaku senang menerima laporan dari Pramono. Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya lesu kini mulai bangkit kembali.

"Di dalam laporan dari Gubernur, pertumbuhan (ekonomi) DKI meningkat, perusahaan-perusahaan yang tadi agak lesu sekarang bangkit, investasi naik luar biasa," ujar Prabowo.

Selain realisasi investasi tahunan, Pramono menyebut capaian triwulan II-2026 saja sudah menembus Rp 173 triliun. Angka itu setara 64% dari total realisasi investasi sepanjang 2025.

"Yang juga menggembirakan bapak presiden, kalau dulu di tahun 2021, selama satu tahun penuh investasi Jakarta itu Rp 103 triliun. Dalam era dua tahun ini, dalam kepemimpinan Bapak, Jakarta tumbuh 162%. Di tahun 2025, investasi di Jakarta Rp 270 triliun. Bahkan di triwulan kedua tahun ini, di tahun 2026, Jakarta investasinya Rp 173 triliun," papar Pramono.

Kontribusi Jakarta ke Ekonomi Nasional Capai 16,32%

Dengan pertumbuhan 5,52% pada triwulan II-2026, Jakarta tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Kontribusinya mencapai 16,32% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Angka pertumbuhan itu berada di atas rata-rata nasional pada periode yang sama. Inflasi Jakarta yang terjaga di 2,5% juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berekspansi tanpa tekanan biaya berlebih.

Pramono menilai capaian ini tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Prabowo menyampaikan hal senada.

"Ini menunjukkan bila pemimpin-pemimpin bisa kerja sama, bisa gotong royong, dan harus gotong royong, bisa dan mau gotong royong, mau kerja sama, bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa yang luar biasa. Saya yakin itu," kata Prabowo.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor

Lonjakan realisasi investasi di Jakarta menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha yang beroperasi di ibu kota. Kenaikan 162% dalam empat tahun menunjukkan pemulihan permintaan dan kepercayaan investor terhadap iklim usaha lokal.

Bagi investor pasar modal, data ini relevan untuk mencermati sektor properti, infrastruktur, dan jasa keuangan yang berkontribusi besar terhadap ekonomi Jakarta. Pemerintah daerah maupun pusat belum merinci sektor mana yang menjadi penyumbang utama lonjakan investasi tersebut.

Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit bila seluruh pemimpin, baik di pusat maupun daerah, bekerja bersama. Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index