Xteink X4 Classic Picu Protes Pengguna soal USB-C dan Lampu Layar

Xteink X4 Classic Picu Protes Pengguna soal USB-C dan Lampu Layar

EDUKASIEKONOMI.COM — Peluncuran Xteink X4 Classic memicu gelombang keluhan di komunitas pembaca eReader karena dua keputusan desain: port USB-C diganti pin magnetik dan tidak ada lampu depan. Padahal, dua hal yang paling dipersoalkan itu tidak banyak mengubah pengalaman membaca harian pengguna.

Xteink X4 Classic adalah model terbaru dari lini eReader mungil perusahaan tersebut. Perangkat ini menjadi versi pembaruan dari X4 orisinal yang kini dihentikan produksinya.

Ukurannya sama dengan X4 Pro, yakni 4,3 inci, tetapi tanpa layar sentuh dan lampu depan. Bobotnya hanya 68 gram dengan dimensi 114 × 69 × 4,9 milimeter.

Harga Murah Jadi Daya Tarik Utama

Xteink saat ini memasarkan tiga model eReader. X3 menjadi yang terkecil dengan layar 3,7 inci, sementara X4 Pro berukuran 4,3 inci dengan baterai lebih besar, layar sentuh, dan lampu depan.

Ketiganya dijual dengan harga bersaing. X4 Pro dipasarkan seharga USD 99, X4 Classic USD 79, dan X3 USD 69 (harga AS, belum ada informasi harga Indonesia).

Kombinasi harga murah dan bentuk mungil itulah yang membuat eReader Xteink populer di kalangan penggemar perangkat baca digital.

Mengapa Pin Magnetik Memicu Kemarahan

Forum Reddit Xteink dibanjiri unggahan yang mengeluhkan dua fitur utama X4 Classic. Keluhan terbesar adalah penggantian port USB-C pada X4 orisinal dengan pin magnetik atau pogo pin untuk pengisian daya.

Banyak pengguna menyatakan tidak akan membeli produk Xteink lagi selama perusahaan mempertahankan pogo pin. Argumennya, mereka harus membawa charger tambahan sementara perangkat lain sudah memakai USB-C.

Keluhan itu sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. X4 Classic disertai adaptor charger magnetik mungil yang ujungnya justru berupa port USB-C.

Adaptor tersebut cukup kecil untuk masuk ke kapsul perjalanan gantungan kunci. Dengan begitu, X4 Classic tetap bisa diisi daya memakai charger USB-C apa pun, sama seperti X4 lama.

Daya Tahan Baterai Berbulan-bulan

eReader mungil semacam ini bisa bertahan berminggu-minggu dalam sekali pengisian. Pengisian daya mungkin hanya perlu dilakukan satu atau dua kali sebulan.

Bahkan jika adaptor hilang, penggantinya bisa dibeli di Amazon dengan pengiriman sehari tiba di bawah USD 10. Baterai X4 Classic berkapasitas 920 mAh.

Penyimpanannya memakai kartu microSD 16 GB yang bisa diperluas hingga 256 GB. Konektivitasnya mencakup Wi-Fi dan Bluetooth, dengan resolusi layar 219 PPI.

Lampu Depan yang Dianggap Tidak Penting

Keluhan lain adalah absennya lampu depan pada X4 Classic, berbeda dari X4 Pro yang lebih mahal. Buku fisik sudah ada ribuan tahun dan orang tetap bisa membacanya tanpa lampu depan.

Ada banyak cara sederhana untuk mendapatkan cahaya cukup saat membaca. Smartphone di kantong pun bisa berfungsi sebagai senter dengan beberapa kali usapan.

Keunggulan utama eReader Xteink justru kesederhanaannya. Lampu depan dinilai menambah komponen yang berpotensi rusak dengan manfaat minim. Jika memang ingin eReader Xteink 4,3 inci berlampu depan, pembeli bisa memilih X4 Pro.

Xteink Sinyalkan Opsi USB-C di Masa Depan

Semua protes itu tampaknya didengar. Dalam unggahan terbaru di Reddit, Xteink memastikan sedang menyimak masukan dan berencana menghadirkan opsi USB-C untuk perangkat mendatang.

Unggahan lain menjelaskan alasan peralihan ke pogo pin, yakni agar perangkat bisa dibuat lebih tipis dan ringan. Bagi sebagian pengguna, ketidaknyamanan kecil memakai kabel charger pogo pin sepadan dengan hasilnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index