EDUKASIEKONOMI.COM — Bursa saham Asia-Pasifik kompak menguat pada Kamis (17/9/2026) setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4%. Keputusan itu sudah diperkirakan pasar, tetapi sinyal pengetatan lanjutan membuat investor mencermati data ekonomi AS berikutnya.
Kenaikan suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin diumumkan The Fed pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat. Para pembuat kebijakan mengisyaratkan masih terbuka kemungkinan kenaikan lanjutan pada tahun ini.
Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut inflasi masih berada di level yang terlalu tinggi. Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS pada Agustus 2026 mencapai 3,4%, sementara harga minyak telah menembus US$100 per barel.
Penguatan Merata di Bursa Asia
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,87% dan Topix naik 0,71%. Kospi Korea Selatan melesat 1%, disusul Kosdaq yang naik 0,57%.
Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bertambah 0,16%. Penguatan terjadi saat investor menunggu data ekonomi AS untuk membaca arah kebijakan moneter selanjutnya.
Tekanan di Wall Street Sebelumnya
Di bursa AS pada perdagangan reguler Rabu, Dow Jones anjlok lebih dari 630 poin atau 1,2% akibat tekanan pada saham sektor jasa keuangan. S&P 500 turun 0,5%, sedangkan Nasdaq Composite ditutup sedikit lebih rendah.
Di pasar setelah jam reguler, saham Generac melonjak lebih dari 30% setelah Amazon memperoleh waran untuk membeli saham Generac senilai hingga US$340 juta. Waran itu bagian dari kesepakatan pasokan generator listrik cadangan untuk pusat data Amazon.
Pertanyaan Pasar: Sekali atau Awal Siklus Baru?
Ekonom TruStage Steve Rick menilai pertanyaan utama bagi pasar saat ini adalah apakah kenaikan suku bunga tersebut hanya terjadi sekali atau menjadi awal dari siklus pengetatan baru.
"Kenaikan harga minyak akibat konflik yang berlanjut di Timur Tengah dapat mempertahankan inflasi pada level tinggi," kata Rick, seperti dikutip CNBC.
Rick mengingatkan kebijakan moneter bekerja dengan jeda waktu yang panjang dan tidak pasti. Kenaikan suku bunga tambahan berpotensi semakin menekan konsumen dan pelaku usaha yang sudah menghadapi biaya pinjaman tinggi.
Rick menilai The Fed sebaiknya memberi waktu bagi kenaikan suku bunga tersebut untuk bekerja sebelum menentukan seberapa besar pengetatan tambahan yang diperlukan.
Data AS Jadi Penentu Berikutnya
Investor mengalihkan perhatian ke sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis pada Kamis. Data klaim pengangguran mingguan AS dijadwalkan rilis pukul 08.30 waktu setempat atau 19.30 WIB.
Selain itu, investor memantau data housing starts Agustus yang dapat memberi gambaran mengenai dampak tingginya biaya pinjaman terhadap pembangunan perumahan.
Bagi pasar Asia, sinyal pengetatan lanjutan The Fed menjadi ujian berikutnya. Penguatan indeks hari ini bertumpu pada ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga tidak akan berlangsung agresif selama inflasi minyak masih terkendali.