META Targetkan Kontribusi Air Bersih Capai 48% di 2026

META Targetkan Kontribusi Air Bersih Capai 48% di 2026
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) kian menjadikan sektor penyediaan air bersih sebagai salah satu pilar utama penggerak pertumbuhan keuangan perusahaan. 

Hingga paruh pertama tahun 2026, lini bisnis tersebut berhasil menyumbang sekitar 41% dari total keseluruhan pendapatan non-tol perseroan, dan manajemen mematok target kenaikan porsi hingga kisaran 44% sampai 48% menjelang penutupan tahun.

Kepala Komunikasi Korporat & CSR Nusantara Infrastructure, Indah D.P. Pertiwi, memaparkan bahwa pemasukan dari lini air bersih META menyentuh kisaran Rp53,2 miliar sepanjang semester I 2026. Angka tersebut mencakup porsi kurang lebih 41% dari total pendapatan non-tol perusahaan yang tercatat berada di angka Rp129,1 miliar.

“Pendapatan bisnis air bersih hingga Semester I 2026 mencapai sekitar Rp53,2 miliar, atau berkontribusi sekitar 41% terhadap total pendapatan non-tol perseroan,” ujar Indah, Selasa (4/8/2026).

Pihak META sendiri mematok estimasi perolehan pendapatan dari sektor air bersih bisa menembus angka sekitar Rp130 miliar pada penghujung tahun 2026. Melalui pencapaian target tersebut, porsi sumbangsih segmen ini diproyeksikan terdongkrak naik menjadi sekitar 44%-48% dari total pendapatan non-tol secara keseluruhan.

Menurut keterangan Indah, target ambisius itu didorong oleh proyeksi lonjakan permintaan air di berbagai kawasan industri yang biasanya terjadi pada triwulan ketiga dan triwulan keempat. Pola musiman tersebut secara historis selalu menunjukkan angka yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan performa semester pertama.

Guna merealisasikan target tersebut, pihak korporasi berencana memaksimalkan kapasitas produksi beserta utilisasi aset yang sudah aktif beroperasi, menggenjot efisiensi kerja operasional, serta memperluas cakupan basis pelanggan, khususnya yang berlokasi di area industri.

“Strategi kami difokuskan pada optimalisasi kapasitas produksi, peningkatan efisiensi operasional, serta perluasan jaringan pelanggan, terutama di wilayah industri,” katanya.

Kendati demikian, di tengah upaya ekspansi tersebut, META masih harus menghadapi sejumlah kendala nyata berupa tingginya keperluan penanaman modal untuk infrastruktur. 

Tantangan lainnya adalah bagaimana meyakinkan para pelaku sektor industri agar bersedia beralih dari pemanfaatan air bawah tanah menuju pemakaian layanan air perpipaan yang jauh lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index