IHSG Diprediksi Konsolidasi, Tiga Saham Ini Masih Layak Dikoleksi

IHSG Diprediksi Konsolidasi, Tiga Saham Ini Masih Layak Dikoleksi

EDUKASIEKONOMI.COM — Tim analis Bareksa menyoroti tiga saham yang mencatat skor teknikal tertinggi dalam screener mereka. Ketiganya sama-sama berada dalam tren naik dengan volume perdagangan di atas rata-rata, tetapi ada satu catatan penting: harga ketiganya sudah berada di dekat level tertinggi 20 hari. Karena itu, strategi membeli saat koreksi (buy on weakness) dinilai lebih bijak ketimbang mengejar harga di puncak.

Saham pertama, MDKA, mencetak skor tertinggi 0,95. Harga saham perusahaan tambang ini berada di Rp3.040, naik 16,48% dalam 20 hari terakhir. Volume transaksi mencapai 86,46 juta saham, sekitar 2,1 kali lipat rata-rata hariannya, menunjukkan minat pasar yang kuat. Namun, analis menyarankan investor menunggu koreksi ke area Rp2.900–2.960 sebelum masuk, dengan target kenaikan ke Rp3.160–3.280 dan batas kerugian (stop loss) di Rp2.760.

SSIA dan MAPA: Tunggu Pullback Sebelum Masuk

SSIA, emiten properti, menguat 17,67% dalam 20 hari terakhir ke harga Rp1.865. Skor teknikalnya 0,85 dengan RSI 55,67 yang masih menunjukkan momentum positif tanpa indikasi jenuh beli. Level Rp1.900 menjadi resistance terdekat sekaligus titik tertinggi 20 hari. Analis merekomendasikan area beli di Rp1.720–1.790, target harga Rp1.900–2.000, dan stop loss di Rp1.650.

MAPA, emiten ritel, menjadi saham dengan reli paling agresif—naik 20,83% dalam 20 hari dan 7,41% dalam sepekan terakhir. Harga kini berada di Rp725 dengan skor teknikal 0,81. Volume perdagangan 51,02 juta saham, sekitar 1,6 kali rata-rata, mengonfirmasi partisipasi pasar yang sehat. Entry point ideal berada di zona Rp670–700, dengan target Rp750–780 dan stop loss Rp630.

Bagi investor yang sudah memegang ketiga saham ini, analis menyarankan posisi tetap dipertahankan selama harga belum menembus batas stop loss masing-masing.

Level Kunci IHSG: 6.520 Jadi Penentu

Dari sisi indeks, struktur teknikal IHSG masih menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka menengah. Indeks bertengger di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di 6.391 dan MA50 di 6.214, dengan kenaikan 7,01% dalam 20 hari terakhir. Namun, momentum jangka pendek mulai melandai—tercermin dari Stochastic yang mendingin dari area overbought.

Level 6.520 menjadi kunci. Jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, ruang kenaikan menuju 6.800–6.920 terbuka. Sebaliknya, penutupan di bawah 6.300–6.350 akan melemahkan struktur pemulihan yang sudah terbentuk. Support harian terdekat ada di 6.475.

Katalis Pasar: Aksi Korporasi dan Rapat Umum Pemegang Saham

Sejumlah sentimen korporasi turut mewarnai pasar. PT Astra International Tbk (ASII) mengajukan tender sukarela hingga 238,4 juta saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan harga Rp3.600 per saham, premium 5,9% dari harga penutupan Rp3.400. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan laba bersih US$331 juta pada kuartal II 2026, naik 131% secara kuartalan. Dari sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat laba bersih Rp15,4 triliun, tumbuh 21,5% secara tahunan meski biaya kredit masih tinggi.

Konsolidasi IHSG bukan berarti pasar kehilangan arah. Dengan disiplin memilih entry point dan memasang batas risiko yang jelas, peluang tetap terbuka di tengah volatilitas jangka pendek.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index