Ondo Finance Dilanda Perang Keluarga Setelah Pendirinya Wafat Tanpa Wasiat

Ondo Finance Dilanda Perang Keluarga Setelah Pendirinya Wafat Tanpa Wasiat

EDUKASIEKONOMI.COM — Konflik suksesi di Ondo Finance memanas setelah putri Kathleen Allman mengajukan permohonan konservatori terbatas ke pengadilan Hawaii. Permohonan itu menuduh ibunya yang berusia 77 tahun mengalami gangguan kognitif dan penyalahgunaan alkohol, sengketa yang mengancam kendali atas aset kripto bernilai besar. Kasus ini menyeret nama investor dan CEO sementara ke meja hijau.

Ondo Finance kehilangan pendirinya, Nathan Allman, yang meninggal mendadak pada Mei di usia 32 tahun tanpa meninggalkan wasiat. Kondisi itu membuat saham pengendali perusahaan dan kepemilikan token ONDO dalam jumlah besar berpindah ke orang tuanya, Kathleen Allman dan Lawrence Allman, melalui putusan pengadilan warisan.

Sejak itu, konflik internal perusahaan meletus. Kathleen menunjuk dirinya sendiri dan anaknya, Tahnee Towill, masuk ke jajaran direksi Ondo, mengambil posisi ketua dan CEO sementara, lalu berupaya menyingkirkan Ian De Bode dari semua jabatan perusahaan.

De Bode sendiri naik ke kursi pimpinan setelah kematian Nathan. Hingga putusan pengadilan berikutnya, ia masih menjabat sebagai CEO sementara dan anggota direksi Ondo.

Sengketa Harta Warisan yang Menyeret Nama Besar

Kathleen Allman menggugat De Bode dengan tuduhan perebutan kendali perusahaan secara terang-terangan. Dalam gugatannya, ia menuding De Bode menyusun paket kompensasi senilai sekitar USD 11 juta hanya dalam sepekan setelah Nathan meninggal.

Paket itu mencakup gaji dan bonus tahunan USD 900.000, bonus penandatanganan USD 1 juta, serta 26 juta unit token terbatas senilai lebih dari USD 9 juta. Ada pula penghargaan atas 846.000 saham yang akan menaikkan porsi kepemilikan De Bode dari 0,33 persen menjadi 8 persen, atau sekitar 24 kali lipat.

Jadwal vesting paket tersebut dimulai 25 Mei, sehari setelah Nathan meninggal. Gugatan Kathleen juga meminta pengadilan menyatakan penunjukan De Bode dan David Chen, pendukung awal Ondo, tidak sah, serta membatalkan penghargaan kompensasi yang disengketakan.

Permohonan Konservatori dan Tuduhan Gangguan Kognitif

Perselisihan keluarga kini memasuki babak baru. Dr. Lani Clinton, saudara tiri Nathan dan profesor kedokteran di Duke University, bersama investor Ondo David Chen mengajukan permohonan konservatori terbatas ke pengadilan Hawaii.

Permohonan itu bertujuan melindungi porsi warisan Kathleen atas saham pendiri Ondo, yang mencakup kepemilikan ekuitas pengendali dan simpanan token ONDO dalam jumlah sangat besar. Sebagian token sudah terbuka, sebagian lagi akan terbuka dalam tiga tahun ke depan.

Clinton menyampaikan kepada hakim bahwa ibunya mengalami gangguan penggunaan alkohol jangka panjang serta penurunan fungsi eksekutif, penilaian, wawasan, dan kognisi sosial. Menurutnya, kondisi itu membuat Kathleen tidak mampu mengelola properti dan urusan bisnis sebesar ini.

Dalam berkas pengadilan, Kathleen menuduh para pihak yang menggugatnya melakukan forum shopping setelah gagal mencopot dirinya dari direksi Ondo. Ia menyebut De Bode dan Chen bekerja sama untuk menggantinya dengan pihak yang lebih bersimpati dan menunda proses di Delaware.

Chen disebut membiayai permohonan terpisah di Hawaii, menggunakan penasihat hukum yang sama dengan De Bode, dan mengandalkan materi bersegel dari kasus Delaware. Berkas itu juga menyatakan pengadilan Delaware telah menolak argumen De Bode bahwa Kathleen dan Tahnee Towill tidak layak menjabat direktur.

Bantahan Kathleen dan Langkah Selanjutnya

Melalui pernyataan yang diberikan kuasa hukumnya, Kathleen membantah seluruh tuduhan dalam permohonan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar. Ia menilai permohonan di Hawaii diajukan oleh rekan De Bode sebagai langkah putus asa setelah upayanya mengambil kendali Ondo dinyatakan tidak sah oleh Delaware Court of Chancery.

"Kami yakin langkah terbaru ini juga akan gagal. Kathleen telah memprioritaskan tata kelola yang baik sejak hari pertama dan akan terus fokus mendukung kesuksesan jangka panjang Ondo sambil menjunjung visi dan nilai-nilai putranya, Nate Allman," ujarnya.

Ondo Finance menolak berkomentar atas kasus ini. Upaya menghubungi De Bode juga tidak mendapat tanggapan. Gugatan keluarga Allman menyebut penunjukan De Bode dan Chen tidak sah, penghargaan kompensasi batal, dan menuntut ganti rugi atas dugaan pelanggaran kewajiban fidusia.

Dalam pengaduan warisan, keluarga menyindir keras langkah De Bode. "Penulis Game of Thrones tidak akan bisa menuliskan perebutan kekuasaan Ian dengan lebih baik," demikian bunyi dokumen tersebut.

Clinton juga meminta pengadilan meninjau riwayat konsumsi alkohol ibunya yang disebut berlangsung puluhan tahun pada tingkat patologis. Permohonan konservatori ini menjadi babak terbaru dari sengketa yang belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index