EDUKASIEKONOMI.COM — PT Jhonlin Baratama resmi menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk menguasai 30% saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Akuisisi ini menandai babak baru ekspansi Haji Isam di pasar modal, menambah portofolio yang sebelumnya sudah mencakup sektor nikel, logistik, hingga hiburan.
Bayan Resources mengumumkan rencana pengalihan saham tersebut pada Kamis (17/9/2026). Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyatakan bahwa Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian dengan Jhonlin Baratama sebagai pembeli pada 16 September 2026.
Jumlah saham yang akan dialihkan mencapai 10.000.000.500 lembar saham biasa BYAN. Transaksi ini masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan sebelum bisa dieksekusi.
Peta Kepemilikan BYAN dan Nilai Transaksi
Berdasarkan data pemegang saham per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong menguasai 13,42 miliar saham BYAN atau setara 40,25%. Sementara Elaine Low memiliki 7,33 miliar saham atau 22%.
Secara gabungan, keduanya memegang 62,25% saham Bayan Resources. Adapun total saham BYAN yang beredar mencapai 33,33 miliar lembar.
Jhonlin Baratama merupakan kontraktor pertambangan dan produsen batu bara yang berbasis di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Perusahaan ini bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam.
Jejak Ekspansi Haji Isam di Bursa
Langkah Haji Isam di pasar modal sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ia tercatat membeli 21,12% saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) senilai sekitar Rp936,65 miliar pada 13 Mei 2026.
Pembelian saham PACK dilakukan di harga Rp137 per lembar. Meski kepemilikannya di atas 20%, Haji Isam tidak berposisi sebagai pengendali perusahaan.
PACK sendiri bergerak di sektor nikel setelah diakuisisi PT Eco Energi Perkasa (EEP) pada 2024. EEP merupakan perusahaan milik CNGR Advanced Material Co., Ltd., produsen material baterai asal China.
Setelah akuisisi tersebut, nama perusahaan berubah menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. EEP kini menggenggam 61,71% saham PACK.
Masuk ke RANS Lewat Kepemilikan 1%
Haji Isam juga mencuri perhatian saat hadir dalam pencatatan perdana saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS). Ia turut memencet bel pembukaan perdagangan RANS pada Jumat (10/7/2026).
Founder RANS Raffi Farid Ahmad menyebut Haji Isam hadir sebagai pemegang saham. "Pak Haji Isam, memang bisa dilihat, beliau pemegang saham dengan kepemilikan 1%. Beliau percaya kepada RANS, kepada saya, beliau menjadi mentor saya juga, salah satu mentor saya," ujar Raffi dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jumat (10/7/2026).
Raffi menambahkan kehadiran Haji Isam menjadi simbol dukungan terhadap industri kreatif. "Beliau memberikan motivasi, dan juga mengajak teman-teman yang lain untuk bersama-sama kita majukan industri kreatif," tuturnya.
Nama Haji Isam tidak tercantum dalam prospektus RANS sebagai pemegang saham. Dalam prospektus, Raffi Ahmad tercatat memiliki 7,93 miliar saham, disusul PT Indonesia Entertainmen Grup 911,5 juta saham, Soultan Ariq Rachman 345,5 juta saham, dan Dony Oskaria 345,25 juta saham.
Selanjutnya, Sutanto Hartono memegang 144 juta saham, Nagita Slavina 124,75 juta saham, Kaesang Pangarep 115,25 juta saham, Hikmat Janika 86,25 juta saham, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi 76,75 juta saham.
Afiliasi ke Sejumlah Emiten BEI
Jejak Haji Isam di bursa tidak hanya lewat kepemilikan saham pribadi. Kelompok usaha yang terafiliasi dengannya juga menaungi sejumlah emiten di BEI.
Beberapa emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam antara lain PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), dan PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE).
Bagi investor, masuknya Jhonlin Baratama ke BYAN berpotensi mengubah komposisi pemegang saham pengendali. Penyelesaian transaksi masih menanti pemenuhan syarat yang belum diungkap secara rinci oleh manajemen.