Rupiah Melemah 0,20 Persen, Dolar AS Tembus Rp17.701

Rupiah Melemah 0,20 Persen, Dolar AS Tembus Rp17.701

EDUKASIEKONOMI.COM — Nilai tukar Rupiah melemah 36,1 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.701 per Dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9/2026) pukul 10:05 WIB. Posisi ini menempatkan Dolar AS di atas level penutupan sebelumnya Rp17.665, melanjutkan tekanan yang sudah berlangsung sepekan terakhir.

Nilai tukar Rupiah dibuka di level Rp17.665, sama dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Setelah pembukaan, pergerakan kurs bergerak dalam rentang Rp17.632 hingga Rp17.735 sepanjang pagi.

Pada pukul 10:05 WIB, posisi Rp17.701 berada 33,1 poin di bawah level tertinggi hari itu. Posisi tersebut juga tercatat 69,9 poin di atas level terendah perdagangan.

Tekanan Sepekan Terakhir

Pelemahan Rupiah bukan hanya terjadi dalam sehari. Dalam sepekan terakhir, kurs tercatat turun 1,10 persen terhadap Dolar AS.

Tekanan jangka panjang juga masih terlihat. Dalam enam bulan, Rupiah melemah 4,01 persen, sementara dalam satu tahun turun 7,11 persen. Sepanjang lima tahun, depresiasi mencapai 19,48 persen.

Namun, dalam periode satu bulan terakhir, Rupiah justru mencatat kenaikan tipis 0,71 persen. Untuk tiga bulan, pergerakannya relatif datar dengan penurunan hanya 0,03 persen.

Dolar AS Masih Jadi Pilihan Utama

Posisi Dolar AS yang bertahan di atas Rp17.700 menunjukkan permintaan valuta asing masih tinggi. Investor cenderung menempatkan dana di aset berbasis Dolar AS yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global.

Kondisi ini memberi tekanan tambahan pada Rupiah. Aliran modal keluar dari pasar domestik membuat pasokan Dolar AS di dalam negeri menipis, sementara permintaan tetap kuat dari importir dan pelaku usaha yang butuh valas.

Bagi konsumen, pelemahan Rupiah berpotensi membuat harga barang impor lebih mahal. Importir yang membeli bahan baku dari luar negeri harus membayar lebih banyak Rupiah untuk jumlah Dolar AS yang sama.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Pergerakan kurs dalam beberapa hari ke depan akan bergantung pada sentimen pasar global dan langkah bank sentral. Jika tekanan eksternal mereda, Rupiah berpeluang menemukan titik stabilnya.

Sebaliknya, jika permintaan Dolar AS terus meningkat, level Rp17.700 bisa menjadi pijakan baru menuju titik yang lebih tinggi. Pelaku pasar akan mencermati setiap data ekonomi yang dirilis untuk mengukur arah selanjutnya.

Level Rp17.701 pada Rabu pagi menjadi penanda bahwa Rupiah masih menghadapi jalan terjal. Dalam sepekan, kurs sudah kehilangan 1,10 persen, dan belum ada sinyal pembalikan arah yang jelas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index