EDUKASIEKONOMI.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menahan diri untuk tidak langsung menindaklanjuti perombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang dilakukan pada masa pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil menyatakan masih menunggu masukan dari seluruh unit eselon I sebelum memutuskan langkah berikutnya. Evaluasi mencakup proses hingga aktivitas yang berlangsung dalam rotasi tersebut.
Suahasil menegaskan pihaknya sedang mendiskusikan proses dan aktivitas dari perombakan yang sudah terjadi. Ia mengaku belum menentukan sikap final karena masih mengumpulkan pandangan dari setiap unit eselon I Kemenkeu.
"Kami mendiskusikan melihat proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi, saya sekarang masih mencoba menunggu dari teman-teman seluruh unit eselon I," kata Suahasil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (16/9).
Penataan Pejabat Diminta Tetap Jaga Sinergi
Menurut Suahasil, penunjukan pejabat di Kemenkeu memiliki jenjang yang harus dilalui dan dilakukan secara kolektif oleh seluruh unit. Ia menekankan aspek sinergi antarunit menjadi pertimbangan utama dalam setiap penataan.
"Karena kan yang namanya penunjukkan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya dan kemudian juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unit," ujarnya.
DJP Minta Perombakan Ditunda
Permintaan penundaan datang dari internal Direktorat Jenderal Pajak. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto pada Rabu (16/9) meminta perombakan pejabat di lingkungan DJP dibatalkan atau ditunda.
Bimo menemukan sejumlah nama dalam daftar perombakan yang dinilai belum mengikuti proses pengelolaan talenta DJP. Temuan itu menjadi dasar permintaan penundaan tersebut.
Kronologi Pencopotan Purbaya
Purbaya mengaku dicopot dari jabatan Menteri Keuangan secara mendadak pada Senin (14/9). Informasi pemecatan diperolehnya dari Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi melalui sambungan telepon.
Telepon itu masuk saat Purbaya tengah rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. "Saya sudah berhitung, kira-kira 50-50 lah. Tapi baru dikasih tahunya waktu itu (saat dihubungi Prasetyo)," kata Purbaya seusai acara serah terima jabatan di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).
Purbaya menduga pencopotannya berkaitan dengan rotasi besar-besaran di jajaran Direktorat Jenderal Pajak pada pekan lalu. "Sebagian ada. Sebagian iya," kata dia.
Apa Artinya bagi Pasar dan Wajib Pajak
Ketidakpastian susunan pejabat di Kemenkeu dan DJP menjadi perhatian pelaku pasar, terutama menyangkut kesinambungan kebijakan fiskal dan administrasi perpajakan. DJP merupakan institusi yang mengelola penerimaan negara terbesar, sehingga perubahan kepemimpinan di level eselon berpengaruh pada target penerimaan.
Suahasil belum menyebut tenggat kapan evaluasi rampung. Keputusan soal kelanjutan perombakan akan bergantung pada hasil konsolidasi masukan dari seluruh unit eselon I yang masih berjalan.