EDUKASIEKONOMI.COM — Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 447,86 pada perdagangan Jumat (18/9/2026), meski sempat berbalik naik 0,09% tak lama setelah pembukaan. Saham PT Bukit Asam (PTBA), Triputra Agro Persada (TAPG), dan Kalbe Farma (KLBF) menjadi tiga penekan terbesar indeks pada sesi pagi. Dari 27 saham konstituen, 12 saham menguat, sembilan melemah, dan enam stagnan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia dengan BEI itu mencatatkan 12 saham di zona hijau, sembilan saham melemah, dan enam saham lainnya tidak bergerak.
PTBA Pimpin Pelemahan, Disusul TAPG dan KLBF
Saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) mencatat pelemahan terdalam pagi ini, turun 1,27% ke level Rp3.100 per saham.
Pelemahan berlanjut pada PT Triputra Agro Persada (Persero) Tbk. (TAPG) yang turun 0,89% ke Rp2.230, serta PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang melemah 0,65% ke Rp770 per saham.
Dua saham berkapitalisasi besar lain juga ikut tertekan. BBRI turun 0,60% ke Rp3.310, sementara UNTR melemah 0,58% ke Rp25.550 per saham.
MAPI, ADRO, dan BRMS Jadi Penopang Indeks
Di kubu sebaliknya, sejumlah saham konstituen justru menguat dan menahan pelemahan indeks lebih dalam.
- MAPI naik 1,72% ke Rp1.480 per saham
- ADRO menguat 1,50% ke Rp2.710 per saham
- BRMS naik 1,36% ke Rp745 per saham
Ketiga saham tersebut menjadi motor penggerak utama di tengah tekanan yang datang dari sektor energi dan konsumer.
IHSG Justru Dibuka Menguat ke 6.512,56
Berbeda dari Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 6.512,56 dan langsung naik 0,75% sesaat setelah pembukaan.
Dari seluruh saham di BEI, 263 saham menguat, 120 saham melemah, dan 261 saham stagnan pagi ini. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat di level Rp11.401 triliun.
Selisih arah antara IHSG dan Indeks Bisnis-27 menunjukkan tekanan lebih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituen indeks tersebut.
Yang Perlu Dicermati Investor
Pelemahan PTBA dan UNTR menandakan sektor energi dan alat berat masih menghadapi tekanan jual pagi ini. Sementara itu, penguatan ADRO di sektor yang sama menunjukkan preferensi investor yang mulai selektif, tidak lagi membeli seluruh saham energi secara seragam.
Bagi pemegang saham BBRI, penurunan 0,60% ke Rp3.310 masih tergolong tipis dan belum mengubah tren jangka pendek. Namun, kombinasi tekanan di PTBA, TAPG, dan KLBF patut dipantau karena ketiganya mewakili tiga sektor berbeda: energi, agrikultur, dan farmasi.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.